Berita

Neymar/Net

Olahraga

Tepis Dendam

Brasil vs Jerman
SABTU, 20 AGUSTUS 2016 | 08:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jerman mengingatkan Brasil supaya waspada saat bentrok di final sepakbola putra Olimpiade 2016 di Stadion Maracana, Rio de Jeneiro, dinihari, besok. Tuan rumah pun tak mau kegagalan di Piala Dunia 2014 terulang.

Pelatih Brasil, Rogerio Micale tak mau anak asuhnya terbawa emosi semata-semata membalas dendam. Brasil seba­gai tuan rumah jelas lebih diung­gulkan dengan segala potensi yang dimilikinya.

Sementara Jerman juga bisa mengejutkan karena mereka tak bisa dipandang remeh. Catatan 21 gol yang dibuat Serge Gnabry cs. patut diwaspadai lini bela­kang Brasil yang belum sama sekali kebobolan sejauh ini.


Kedatangan Tim Der Panzer bakal memunculkan lagi mimpi buruk publik tuan rumah akan hasil pertemuan tim senior ked­ua negara di semifinal Piala Dunia 2014. Kota Brasilia jadi saksi bagaimana Selecao diban­tai 1-7 Jerman yang akhirnya jadi juara.

Terkait gembar-gembor soal misi balas dendam tersebut, Micale justru enggan terbawa arus. Baginya pertemuan kali ini jauh dari kata balas dendam mengingat kondisinya sangat berbeda.

"Itu Piala Dunia. Sekarang adalah Olimpiade. Neymar tidak pernah bermain di laga itu, jadi tidak ada alasan untuk kami mengusung misi balas dendam. Waktunya berbeda dengan pemain serta um­ur yang berbeda pula," kata Micale dikutip Soccerway.

Tapi, tim Samba butuh dukun­gan kuat para suporter. "Kami butuh du­kungan mereak karena tim Jerman begitu kuat," ucap­nya.

Pelatih timnas Jerman, Horst Hrubesch sama sekali tidak mengkhawatirkan Brasil. Sebaliknya, dia meminta tuan rumah waspada.

Kedua tim memang menun­jukkan grafik meningkat setelah terseok-seok di awal. Setelah sa­ma-sama meraih hasil imbang di dua laga awal, Brasil dan Jerman meroket penampilannya hingga akhirnya ada di final. Brasil menghantam Honduras 6-0 di semifinal, sementara Jerman sempat membungkam Portugal 4-0 di perempatfinal.

Meski sama-sama punya tim berkualitas oke, tapi Brasil tetap lebih difavoritkan mengingat mereka adalah tuan rumah yang bakal didukung penuh supor­ternya.

Belum lagi rasa pena­saran akan pen­an­tian medali emas Olimpiade demi melengkapi raihan gelar mereka. Tapi Hrubesch selaku pelatih Jerman tak memusing­kan soal itu dan justru meminta Brasil yang harus khawatir.

"Kami akan bermain mela­wan Brasil, bukan Neymar. Para penyerang kami mencetak 21 gol, jadi ini soal bagaima­na Brasil harus menghentikan kami," ujarnya.

Jerman memang tak bisa dipandang remeh karena mereka punya duet maut, Serge Gnabry dan Niels Pietersen yang su­dah menyumbang total 12 gol di antara keduanya, masing-masing enam gol. Jumlah gol keduanya sama dengan total gol Brasil di Olimpiade sejauh ini. "Kami tim yang bagus saat menyerang dan kami pastinya akan tetap bermain seperti ini," tegasnya. ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya