Berita

Jangan Kaitan Aturan Produk Halal Dengan Islamisasi

JUMAT, 19 AGUSTUS 2016 | 17:03 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Keinginan masyarakat untuk mendapatkan produk halal adalah bagian dari hak konsumen.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Industri Indonesia Komite Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam, di kantornya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

"Mendapat produk halal adalah hak konsumen,” tegas Hidayat.


Diakuinya belum ada kejelasan aturan mengenai produk halal di Indonesia. Hal ini menurut dia karena wabah islamphobia di tengah publik.

"Kalau disebut label produk halal maka langsung dikaitkan dengan islamisasi dan penegakan aturan syariah," singgungnya.

Padahal, tidak ada sama sekali niat pemerintah untuk melakukan Islamisasi negara dengan aturan syariah.

"Kalau sudah ada undang-undang produk halal maka anggapan itu gugur,” imbuhnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan istilah halal mencakup pengertian yang luas. Halal bisa berati sehat dan higienis. Seperti contohnya, restoran dan hotel yang memakai sertifikat halal justru pasarnya meningkat dan konsumennya bukan hanya dari kalangan Muslim.

Sayangnya, jika dibandingkan negara Thailand, Malaysia, Inggris, Belanda, Selandia Baru, Indonesia tertinggal jauh dalam implementasi aturan produk halal. Padahal, beberapa negara itu dihuni mayoritas non-muslim. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya