Berita

Arcandra Tahar/Net

Politik

JK Minta Arcandra Pilih Kewarganegaraan

KAMIS, 18 AGUSTUS 2016 | 15:30 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar menentukan kewarganegaraan yang pasti dipilihnya, Indonesia atau Amerika Serikat.

"Harus diperjelas kewarganegaraannya. Tentu nanti ada upaya untuk menyelesaikan," jelasnya di Gedung DPR, Jakarta (Kamis, 18/8).

Disingung apakah nantinya pemerintah akan merevisi Undang-Undang Kewarganegaraan, JK enggan memastikannya. Padahal sebelumnya, pemerintah sudah merevisi undang-undang tersebut yang bisa dipilih seseorang ketika menginjak usia 18 tahun.


"Itu nantilah biar dibicarakan. Itu tergantung nanti DPR dengan pemerintah. Pemerintah kan sudah, kita kan sudah ada perubahan yang umur 18 tahun itu awalnya," ujarnya.

Meski begitu, JK mengaku pemerintah saat ini tengah membahas rencana memberikan kesempatan kewarganegaraan ganda bagi penduduk. Lantaran, tren pergerakan orang bertalenta dari negara-negara berkembang ke negara maju untuk mendapatkan pengalaman. Sama halnya seperti yang dialamai Arcandra yang kemudian kembali lagi ke negaranya.

"Memang lagi dibicarakan soal dwi kewarganegaraan, itu memang trennya begitu di dunia ini," lanjut JK.

Lebih jauh, JK menilai lebih baik jika Arcandra kembali sediakala sebagai warga negara Indonesia yang sah. Sehingga, peluangnya difungsikan kembali menjadi pejabat negara kembali terbuka.

"(Peluang Arcandara) bisa. Iya itu selama kemudian kewarganegaraannya lebih baik Indonesia tentu lebih jelas, tentu lebih pasti terbuka bagi dia," demikian JK. [wah] 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya