Berita

Maman Abdurrahman/Net

Politik

Politikus Golkar: Kinerja Pemerintahan Jokowi Tak Efektif Karena Dirongrong PDIP

SENIN, 15 AGUSTUS 2016 | 16:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK selama hampir 2 tahun ini tidak bisa berjalan efektif karena selalu dirongrong oleh salah satu partai pendukung majority.

Karena alasan itulah Golkar bergabung dalam Pemerintahan. Bahkan Golkar memutuskan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 untuk memberikan kepastian politik kepada Jokowi dalam menjalankan pemerintahan dua periode agar bisa betul-betul menyiapkan program jangka panjangnya.

Demikian disampaikan Wasekjen DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman, dalam keterangannya siang ini (Senin, 15/8), menanggapi pernyataan politikus PDIP, Maruarar Sirait.


"Semua yang dilakukan Gokar semata-mata hanya untuk memberikan stabilitas politik dan mendukung Presiden agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan tenang, objektif dan fokus kepada agenda pro rakyat. Bukan kepada partai-partai yang selalu merongrong wibawa serta menempatkan Presiden sebagai petugas partai semata. Presiden harus betul-betul ditempatkan sebagai  simbol negara pengendali utama pemerintahan," tegas Maman.

Kemarin dalam sebuah diskusi, Maruarar menyampaikan kecurigannya bahwa Golkar mendukung Jokowi sebagai upaya untuk menjadikan Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. [Baca: PDIP Minta Golkar Konsisten Berpolitik]

Menurut Maman Apa yang disampaikan Maruarar Sirait tersebut adalah sebuah pikiran "kekanak-kanakan" dan sempit serta tak berdasar.  "Bahkan saya juga jadi mencurigai bisa jadi PDIP tidak suka dengan masuknya Golkar karena ke depan tidak bisa menekan-nekan Presiden lagi," sambungnya.

Karena itu, Maman mengingatkan, daripada sibuk menjelek-jelekkan partai lain, lebih baik dia introspeksi diri agar bisa menjadi kader yang merdeka terlepas dari kooptasi culture feodal yang tak pernah bisa lepas dari 'Ibu Suri'.

Sementara Partai Golkar, dia menambahkan, adalah partai yang dibangun di atas nilai-nilai demokratis, dimana aspirasi grass root selalu menjadi pertimbangan utama. "Di sisi lain semua keputusan diambil melalui mekanisme aturan partai yang dihadiri oleh seluruh fungsionaris partai dari seluruh Indonesia," demikian Maman Abdurrahman. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya