Berbeda dengan pabrikan mobil mewah lain, Lexus Indonesia tidak memperkeÂnalkan mobil generasi terbaru dalam pemeran Gaikindo InÂdonesia International Auto Show (GIIAS). Lexus fokus pada pengembangan mobil masa depan yang Fuel Cell.
"Kegairahan Lexus terhÂadap mobil premium masa depan dan kendaraan sport kami wujudkan dengan mengÂhadirkan Lexus LF-LC dan Lexus RC F GT3," ujar Lexus Principal Indonesia Hiroyuki Fukui, kemarin.
Menurut dia, sesuai dengan tema "Visionary AnticipaÂtion," Lexus berkomitmen pada perubahan baik dalam aspek produk, pelayanan, dan design, dengan memahami selera dunia dari waktu ke waktu. Hal ini sesuai dengan tema booth yang Lexus.
Konsep yang ditampilkan pada GIIAS tahun ini meÂmang berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini prinsip Omotenashi yang bermakna pelayanan dengan sepenuh hati diterjemahkan ke dalam booth Lexus dengan memaduÂkan pengalaman akulturasi buÂdaya Indonesia-Jepang yang semakin kental.
"Tema yang kami usung pada GIIAS 2016 tersebut merupakan spirit dari Lexus Global mengenai brand Lexus yang selalu antisipatif dalam aspek produk, pelayanan, serta
design," ujar General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja.
Sementara itu, menyinggung pasar mobil mewah di IndoÂnesia diakui memiliki ceruk pasar yang sangat sempit. Di tengah situasi perekonomian Indonesia yang penuh tantanÂgan, pasar mobil mewah dalam 10 tahun terakhir cenderung stabil. Bahkan, khusus Lexus pasarnya terus meningkat.
"Kami hadir di
Auto Show bukan untuk tujuan penjualan. Kami lebih ingin mendemonstrasikan kepada masyarakat akan kehadiran brand Lexus untuk memberiÂkan inspirasi dan memberikan definisi baru sebuah luxury automotive," ujar Adrian.
Adrian menegaskan, LexÂus memahami apa yang diÂinginkan konsumen. Termasuk pemahaman tentang memiÂliki kendaraan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang tinggi, serta harga preÂmium merupakan harga mati mengenai tingkat penanganan yang prima.
"Untuk itu kami melayani konsumen dengan layanan
premium personalized luxury ownership experience dari sejak awal berdiri," tukasnya. ***