Berita

Riau Ega Agatha/Net

Olahraga

Riau Ega Kalah Mental

Tersisih di 16 Besar
MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 08:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mental bertanding menjadi faktor utama kekalahan pemanah an­dalan Indonesia, Riau Ega Agatha di Olimpiade Rio Jeneiro 2016.

Ega gagal mengulang sukses trio srikandi Indonesia, Nurfitriyana Saiman, Lilis Handayani dan Kusuma Wardhani yang meraih perak di Olimpiade Seoul 1988 usai dikalahkan pemanah Mauro Nespoli dari Italia dengan skor telak 0-6 di babak 16 besar.

"Sesungguhnya kami berharap banyak kepada Ega untuk bisa mengulang sukses Olimpiade Seoul 1988," kata Sekjen PB Persatuan Panah Indonesia (Perpani), Alman Hudry Alman membandingkan dengan keberhasilan Ega mengalahkan juara dunia asal Korea, Kim Woo-jin di babak 32 besar. "Keberhasilan Ega mengalahkan juara dunia menjadi bumerang. Ketika hanya sanjungan yang dia terima, tanpa ada yang menyadarkan bahwa dia harus kembali mengevaluasi diri dan mempersiapkan pertand­ingan yang akan dihadapi," kata Alman.


Dengan kegagakan itu, kata Alman, menjadi bukti bahwa pemanah Indonesia masih banyak kekurangan dibandingkan dengan atlet dari negara lain. "Para atlet memang sudah berjuang dan berprestasi bisa mengalahkan atlet-atlet kelas dunia. Tapi, kita tidak boleh puas dan harus banyak belajar untuk memperbaiki segala sesuatu yang menghambat pencapaian prestasi maksimal," ujarnya.

Pada Olimpiade 2016 ini, Ega tampil di dua nomor yakni no­mor beregu serta perorangan putra. Di nomor beregu, Riau Ega bersama Muhammad Hanif dan Hendra Purnama kalah dari Tim Amerika Serikat 2-6 di babak perempat final. Di sektor putri, Ika Yuliana Rochmawati kandas pada putaran pertama. ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya