Berita

Dino Patti Djalal

Politik

Eks Dubes RI untuk AS: Hanya Arcandra Dan Pemerintah AS Yang Tahu

SABTU, 13 AGUSTUS 2016 | 21:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar didesak untuk memberikan klarifikasi resmi soal status kewarganegaraannya. Informasi yang berkembang, Arcandra sudah menjadi Warga Negara Amerika Serikat melalui proses naturalisasi pada bulan Maret 2012.

"Saya himbau Pak Arcandra sgr beri KLARIFIKASI RESMI ke publik u akhiri kegaduhan yg akan ganggu tugasnya," tegas mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, malam ini.

Lewat akun Twitter-nya @dinopattidjalal, Dino menjelaskan, pihak yang mengetahui status kewarganegaraan itu hanya Arcandra dan pihak Pemerintah AS, "Jadi sebaiknya beliau klarifikasi langsung," demikian mantan Jubir Presiden era SBY ini.


Arcandra sendiri tak menjawab tegas saat ditanya soal isu tersebut. "Lihat muka saya apa? Muka orang Padang begini kok," ungkapnya ketika dikonfirmasi di Istana.

Dia juga tidak menjawab saat dipertegas lagi soal dirinya yang disebutkan sudah memegang paspor Amerika Serikat. "Sudah ya," elaknya langsung meninggalkan wartawan.

Sebelumnya, pakar Hukum Tata Negara, Prof. Mahfud MD menilai pengangkatan Arcandra sebagai Menteri ESDM tidak sah alias ilegal kalau memang yang bersangkutan bukan Warga Negara Indonesia. Sebab menurut pasal 22 Ayat (2) Butir a UU 39/2008 tentang Kementerian Negara, syarat pertama dan utama untuk menjadi menteri adalah WNI.

Karena itu, dia menambahkan, isu kewarganegaraan Menteri ESDM tersebut harus segera dijernihkan. Karena selain menyangkut konstitusionalitas dan legalitas, juga menyangkut kedaulatan negara. "Kita menunggu penjernihan masalah ini secara terbuka kpd publik. Martabat dan kedaulatan negara ini hrs kita jaga bersama," tandas Mahfud MD. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya