Berita

Foto: Net

Politik

Berseteru dengan Risma Bikin Simpati Rakyat ke Ahok Hilang

JUMAT, 12 AGUSTUS 2016 | 16:20 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini semakin memanas.

Menurut politisi PDIP, Andreas Hugo Pareira, gaya bicara Ahok yang menjadi pemicu. Hal itu juga bisa saja menjauhkan dirinya dari simpati masyarakat.

"Kalau gaya seperti itu mungkin makin menjauhkan beliau dari masyarakat," ungkap Andreas kepada wartawan di gedung DPR, Jumat (12/8).


Dosen FISIP Universitas Parahyangan ini menilai, ibu kota membutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas komunikasi, kapabilitas dan fusngsional yang baik dalam memimpin kota besar seperti Jakarta.

Maka dari itu, dirinya menilai Risma memiliki kualitas sebagai pemimpin kota besar yang berhasil dibanding apa yang dilakukan Ahok selama ini.

"Dia (pemimpin) juga perlu memiliki karakter yang tenang yang cool dalam menghadapi persoalan-persoalan yang sering muncul di kota besar ini. Saya kira dalam kaitannya ini Risma menunjukkan baik dari kapabilitas, kompetensi dia maupun ketenangan dia sebagai pribadi, toh rakyat yang akan menilai," tandasnya.

Sebelumya, Ahok membanding-bandingkan apa yang sudah dikerjakannya untuk Jakarta dengan apa yang sudah dikerjakan Risma di Surabaya. Bahkan Ahok berani menyatakan luas wilayah Surabaya yang hanya sebesar Jakarta Selatan menjadi kemudahan Risma dalam bekerja. Mendengar pernyataan Ahok tersebut, Risma geram dan tak terima. [sam]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya