Berita

Ahok bersama relawan dan partai pendukung/Net

Politik

Golkar Dan Nasdem Diingatkan Jangan Tekan Ahok

JUMAT, 12 AGUSTUS 2016 | 10:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebagai sesama partai pendukung Basuki T. Purnama, Partai Hanura tak mempersoalkan sikap Nasdem dan Golkar soal penentuan siapa yang akan mendampingi cagub incumbent yang akrab disapa Ahok tersebut.

Nasdem ngotot cawagub Ahok adalah Heru Budi Hartono. Karena Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) itu sudah dipilih Ahok saat sebelumnya hendak maju dari jalur perseorangan.

Sedangkan Golkar menyodorkan beberapa nama kepada Ahok untuk dipilih sebagai cawagub. Dua di antaranya, Heru dan Djarot Saiful Hidayat, Wagub DKI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan.


"Silakan, sah-sah saja," ujar Ketua DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding kepada Kantor Berita Politik RMOL pagi ini.

Namun, sebagai partai paling besar di antara ketiga partai pendukung Ahok, Hanura mengingatkan agar Ahok jangan ditekan-tekan. Sesuai sikap Hanura, berikan kebebasan kepada Ahok untuk menentukan pendampingnya.

"Saya kira partai pendukung, jangan ada semacam tekanan teradap Ahok dalam memlih pendamping. Berikan kebebasan. Ini juga dalam rangka agar yang bersangkutan dapat merealisaikan visi-misinya nanti," tegas anggota Komisi III DPR ini.

Meski menyerahkan kepada Ahok, Hanura sendiri memang menilai kebersamaan dengan Djarot Saiful Hidayat layak dilanjutkan. "Saya kira cukup bagus antara Ahok dengan Djarot dalam mempinin. Kita harap bisa dilanjutkan. Semoga PDIP memberikan restu. Jadi sama-sama dalam mendukung Ahok dan Djarot," demikian Suding.

Basuki T. Purnama didukung Hanura, Nasdem dan Golkar. Kursi ketiga partai tersebut di DPRD DKI Jakarta cukup sebagai syarat untuk mengusung Ahok. Mengingat gabungan tiga partai itu memiliki 24 kursi, lebih dari 22 kursi syarat minimal. Hanura memiliki 10 kursi, Golkar 9 kursi dan Nasdem 5 kursi.  [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya