Berita

Ade Komarudin/Net

Hukum

KESAKSIAN FREDDY BUDIMAN

Akom Puji Kemauan Polri Menginvestigasi

RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 18:20 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ketua DPR RI, Ade Komarudin, mendukung usaha Mabes Polri mengusut kesaksian tereksekusi mati dalam kasus narkoba, Freddy Budiman, yang diungkap Koordinator KontraS, Haris Azhar.

"Langkah Mabes bagus soal Haris. Saya katakan, nomor satu, apa yang disampaikan Haris harus didalami," ujar Komarudin kepada wartawan, Rabu (10/8).

Pria yang akrab disapa Akom ini menilai kesaksian Freddy merupakan informasi berharga untuk pemberantasan narkoba yang tengah gencar dilakukan aparat hukum.


"Itu info berharga untuk pemberantasan narkoba," jelas pejabat teras Golkar ini.

Namun, Akom juga meminta Haris Azhar bisa mempertanggungjawabkan langkahnya membuka kesaksian Freddy kepada dirinya pribadi ke muka publik.

"Haris juga jadi pelajaran, siap untuk pertanggungjawabkan sikap atau pernyataan kita. Negara ini demokrasi, tapi setiap orang wajib pertanggungjawabkan sikap. Kalau merasa benar tak apa," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri melibatkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) serta tokoh-tokoh independen untuk mengusut kesaksian tereksekusi mati, Freddy Budiman, yang sempat dibongkar Haris Azhar.

Pihak independen yang dimaksud antara lain Ketua Setara Institute, Hendardi, dan pengamat komunikasi politik, Efendi Ghazali.

Langkah yang dilakukan tim independen Irwasum Polri antara lain untuk mengonfirmasi kuasa hukum dari Freddy Budiman. Diharapkan, pengacara dari almarhum gembong narkoba itu bisa menjelaskan lebih jauh soal berkas perkara, pledoi, dan hal-hal lain yang diketahuinya. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya