Berita

Valentino Rossi/Net

Olahraga

Rossi Cs Keluhkan Ban Michelin

Jelang GP Austria Motogp
RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mayoritas pebalap MotoGP masih buta dengan sirkuit Red Bull Ring yang akan menjadi balapan seri kesepuluh di GP Austria, 14 Agustus mendatang.

Tapi bukan itu yang dikhawatirkan sebagian besar rider, me­lainkan kebijakan Michelin yang akan mengeluarkan dua jenis ban belakang baru. Rata-rata masih meragukan kualitas ban tersebut.

Berdasarkan uji coba pribadi yang dilakukan peserta, kecuali Repsol Honda dan Monster Yamaha Tech 3, diketahui ada kele­mahan soal daya tahan. "Saya tidak yakin apakah ban (belakang) itu layak dipakai untuk lomba (di GP Austria)," kata joki Octo Pramac Yakhnich, Danilo Petrucci kepada Crash.


Rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi tidak ketinggalan mengeluarkan pendapatnya. Menurutnya, bahan yang digunakan terlalu lunak. "Semua pembalap punya keluhan yang sama soal ban. Jadi, saya pikir Michelin akan mengeluarkan sesuatu yang beda saat balapan," cetus Rossi.

Kritikan lebih keras meluncur dari mulut rider Ducati, Andrea Dovizioso. Menurutnya, keluaran terbaru Michelin itu harus ditar­ik dari peredaran karena tidak sesuai dengan karakteristik lintasan. "lintasan cukup kecil dan suhunya sangat tinggi. Jadi dibutuhkan ban belakang yang benar-benar bagus," keluh Dovizioso.

Keluhan Rossi dkk mendapat tanggapan dari manager Michelin, Piero Taramasso. Dia menyatakan akan menganalisa semua masukan dan berusaha menciptakan ban belakang sesuai permintaan. "Race di Red Bull Ring akan jadi pengalaman baru, bukan hanya bagi Michelin, juga mayoritas pebalap MotoGP," tukas Taramasso

Bagi sebagian besar pembalap itu bakal menjadi pengalaman baru lantaran terakhir kali digelar pada 1997. Dari semua pem­balap MotoGP yang ada saat ini, cuma Valentino Rossi yang pernah merasakan GP Austria. Itu juga dikelas 125 cc sebanyak dua kali. ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya