Berita

Andi Fajar Asti/Net

Politik

FULL DAY SCHOOL

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia Dukung Full Day School

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 17:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wacana penerapan sistem belajar mengajar dengan full day school yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendapat sambutan positif.

Karena dengan full day school tersebut, peserta didik dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Namun, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, Andi Fajar Asti, mengingatkan banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum full day school diterapkan.


"Kesejahteraan guru harus ditingkatkan, terutama guru honor. Karena semua jam produktif sudah diberikan untuk pendidikan," jelas Fajar petang ini. [Baca: Mendikbud: Full Day School Bukan Berarti Sekolah Seharian]

Menurut kandidat doktor Universitas Negeri Jakarta ini juga, kurikulum juga harus diperbaiki dengan menggunakan sistem PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).

"Fasilitas belajar di sekolah harus memadai agar siswa merasa nyaman di sekolah," tegas Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Sebab, dia mengingatkan, perlu dihindari perasaan anak didik terpenjara di sekolah. Karena selama ini sekolah tak jarang menjadi tempat yang sangat menakutkan bagi anak didik.

Selain itu,  dia menambahkan, tidak semua daerah di Indonesia sama. Sehingga treatment terhadap masing-masing daerah bisa berbeda dalam penerapan full day school.

"Perlu mempertimbangkan daerah tertentu seperti Jakarta yang jam macetnya paling tinggi berada di pagi dan sore hari. Sehingga butuh perlakuan serius," tandasnya. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya