Berita

Olahraga

Cetak Sejarah, Eko Raih Medali Tiga Olimpiade

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 10:46 WIB | LAPORAN:

Lifter Eko Yuli Irawan menyumbangkan medali perak kedua bagi kontingen Indonesia pada cabang angkat besi kelas 62 kilogram Olimpiade Rio 2016, Selasa (9/8) waktu setempat.

Sebelumnya, Sri Wahyuni menyumbang perak di kelas 48kg putri sekaligus mengulang prestasi yang dicetak lifter Lisa Rumbewas yang meraih perak di Olimpiade Sydney 2000.

Dengan keberhasilan ini, Eko mencatat sejarah sebagai satu-satunya atlet angkat besi yang meraih medali dalam tiga penampilan pada pesta akbar olahraga dunia empat tahunan. Di Olimpiade Beijing 2008, dia meraih medali perak dan di Olimpiade London 2012 menyelamatkan wajah kontingen Indonesia dengan merebut perunggu bersama Triyatno yang meraih perak saat bulutangkis gagal mempertahankan tradisi medali emas.


"Dua medali perak yang berhasil disumbangkan Eko dan Sri Wahyuni merupakan sejarah bagi cabang olahraga angkat besi yang menjadi penyumbang medali tetap di Olimpiade. Khusus bagi Eko kesuksesan itu mencatat dirinya sebagai satu-satunya atlet angkat besi yang meraih medali dalam tiga Olimpiade beruntun," kata HPD One Race Satlak Prima, Hadi Wihardja.

Dalam pertandingan di Pavilion 2 kompleks olahraga Riocentro, Rio de Janeiro, Brasil, Eko mencatat total angkatan 312 kg (Snatch 142 kg dan Clean & Jerk 170 kg).

Medali emas krlas 62kg diraih si "kuda hitam" lifter Kolombia, Oscar Albeiro Figueroa Mosquera, yang memiliki berat badan lebih ringan dari Eko dengan total angkatan total 318kg (Snatch 142kg dan Clean & Jerk 176kg). Sedangkan perunggu diambil lifter Kazakhstan, Farhad Kharki, dengan total angkatan 305kg (Snatch 135kg dan Clean and Jerk 170kg).

Pertandingan kelas 62kg putra tersebut diwarnai dengan tersisihnya lifter Tiongkok pemegang rekor dunia Clean & Jerk, Chen Lijun. Dia mengalami cedera kaki kanan ketika mencoba angkatan 143 kg Snatch. "Lijun mengalami cidera akibat melakukan penurunan berat badan yang drastis," kata Hadi Wihardja.

Lifter Indonesia lainnya yang bertanding di kelas yang sama, Muhammad Hasbi, finish di peringkat 7 dari 9 lifter dengan total angkatan 290 kg (Snatch 130kg dan Clean & Jerk 160 kg).

Ketua Umum PB PABBSI,  Rosan P Roslani mengaku bangga angkat besi sudah menyumbangkan dua medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro. "Ya, kita patut bersyukur dua perak dari angkat besi," katanya.

Dengan keberhasilan itu, Rosa menjanjikan akan memberikan bonus di luar bonus yang disediakan pemerintah. "PB PABBSI akan memberikan bonus di luar bonus yang dijanjikan pemerintah," katanya.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya