Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Dan Ahok Beda Konsep Dalam Bangun Jakarta

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 05:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rizal Ramli (RR) merupakan lawan paling kuat menghadapi calon petahana, Ahok, dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan digelar pada Februari 2017. RR dan Ahok memiliki persamaan namun mereka memiliki konsep membangun Jakarta secara tajam jauh berbeda.

Demikian disampaikan Ketua Umum Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB), Wignyo Prasetyo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 9/8).

Menurut Wignyo, Ahok membangun Jakarta dengan argumentasi pembenaran penegakkan hukum yang diikuti oleh represif dan dipenuhi dengan darah dan air mata masyarakat miskin. Sebaliknya, RR juga memiliki kemauan keras membangun Jakarta, namun dengan cara yang lebih santun. RR  menjadikan penegakkan hukum, tetapi tidak diikuti dengan darah dan air mata dan menolak menggunakan represif.


Wignyo memberi contoh dalam penggusuran di Kampung Aquarium Jakarta Utara, baru-baru ini dilakukan Ahok.  Berbeda dengan Ahok, kata Wignyo, RR membangun Jakarta mengubah warga dari tak berdaya menjadi berdaya secara bersama. Hal ini disampaikan RR ketika hadir dalam acara nonton bersama film dokumenter penggusuran masyarakat Jakarta di Kampung Aquarium minggu lalu.

Penggusuran kampung itu, kata Wignyo, RR lebih mengutamakan konsep penataan ruang kawasan tata ruang DKI Jakarta  membangun tanpa air mata dan darah, memperbaiki Kampung Aquarium, yang luas tanahnya sekitar empat hektar, dihuni sekitar 400 KK warga, satu hektar untuk warga dibangun untuk Rusun, satu hektar untuk ruang hijau umum , dan dua hektar untuk pengembang dalam bentuk HGB.

Lanjut Wignyo, satu hektar dibangun untuk Rusun disediakan gratis untuk warga tanpa membayar untuk cicilan rumah. Karena dengan menata ruang seluas 4 hektar di Kampung Aquarium itu, sebenarnya, menurut Wignyo, mengutif RR pemerintah memperoleh nilai sekitar satu triliun lebih. Pemerintah dapat membangunkan rusun warga dengan nilai kurang lebih 250 milyar, sisanya buat pemerintah DKI.

Konsep Ahok yang dijalankan sekarang, menggusur warga tanpa imbalan, dan mengganti Rusun yang dibayar Rp. 300 ribu per bulan, belum lagi dibebani biaya listrik, jarak jauh dari tempat mereka mencari nafkah, biaya lainnya. Cukup membebani masyarakat Kampung Aquarium,” tegas Wignyo

Ahok lebih berhitung keuntungan pada negara, Pemda DKI Jakarta, dan pengembang, maka  penilaian Wignyo RR menghitung, keuntungan pada Pemda DKI yang langsung diberikan kepada korban berupa kompensasi rumah, dan itulah tujuan negara hadir ketika rakyat susah. Ahok lebih membela pengusaha dalam pengadaan tanah murah dengan bekerja sama pada pengembang kotor, yang mampu melakukan suap.

Berbeda dengan RR. Kata Wignyo, hitungan Rizal tanah di Jakarta sekitar Rp.40 juta per meter di Jaksel, Jabar dan Japus, namun penggusuran warga bekerja-sama dengan pengembang, menjadikan harga tanah di Jakarta Utara paling murah, yakni Rp. 2,5 juta per meter.

"Konsep RR tidak seperti Ahok. RR memilih para pengembang baik. RR hanya mau bekerja sama dengan pengembang baik, dan mengabaikan pengembang jahat," demikian Wignyo. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya