Berita

Foto/Net

Kesehatan

Rakyat Dicuekin, Nggak Usah Bahas RUU Tembakau Deh

SABTU, 06 AGUSTUS 2016 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kalangan aktivis terus me­nyerukan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan yang sedang dibahas di DPR. RUU tersebut dinilai akan merugi­kan rakyat Indonesia karena berusaha melonggarkan aturan pengendalian tembakau.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, dari sisi kesehatan, RUU Pertembakauan akan mengancam kesehatan masyarakat.

"RUU ini akan menaik­kan jumlah produksi rokok, jika demikian masyarakat akan lebih banyak yang sakit dan tambah miskin," katanya, dalam jumpa pers di Kantor YLKI, Jalan Pancoran Barat VII, Jakarta.


Diterangkannya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjuk­kan konsumsi rokok menggerus pendapatan keluarga miskin sebesar 12 persen. Jika sese­orang mengkonsumsi sebungkus rokok seharga Rp 15 ribu per hari, sebulan dia mengeluarkan Rp 450 ribu hanya untuk rokok. "Konsumsi rokok tentunya akan terus naik jika produksi rokok dinaikkan," ujar Tulus.

Dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 63/m-IND/PER/8/2015 tentang Peta Jalan Industri Hasil Tembakau 2015-2020, produksi rokok akan ditingkat­kan menjadi 500 miliar batang per tahun.

RUU Pertembakauan send­iri bakal mendukung target produksi tersebut. Ditekankan Tulus, pengendalian produk tembakau tidak akan bisa di­lakukan jika produksi rokok ditingkatkan.

YLKI sendiri mencatat RUU Pertembakauan bakal mengam­putasi pasal-pasal kesehatan di UU Kesehatan dan UU Cukai. "Misalnya peringatan kesehatan bergambar akan dikembalikan ke peringatan tertulis, aturan kawasan tanpa rokok diganti menjadi kewa­jiban menyediakan smooking room," ungkap Tulus.

Anggota Dewan Pengurus Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Kartono Mohamad, menye­butkan RUU Pertembakauan tidak berusaha melindungi para petani tembakau.

Saat ini kondisi petani tem­bakau jauh dari sejahtera, tidak memiliki lahan, terus merugi karena tata niaga yang timpang, serta sulit menanam tembakau karena cuaca yang tidak menentu.

Bukti tata niaga yang timpa­ng dimulai dari praktek industri yang memberikan penawaran harga kepada petani. "Kalau mau menolong petani, jangan jadikan mereka batu pijakan bagi pemilik pabrik rokok un­tuk menjadi kaya," katanya.

Selama ini kerjasama in­dustri dan petani tembakau menggunakan sistem ijon. Tak hanya itu, petani juga dipaksa menurunkan harga tembakau­nya agar bisa bersaing dengan tembakau impor asal China yang lebih murah. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya