Berita

Ilustrasi/Nent

Politik

Jokowi Harus Tahu Dana Haji Untuk Kepentingan Haji, Bukan Infrastruktur

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 21:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo diingatkan jangan sampai menggunakan dana haji untuk pembiayaan pembangunan infrastuktur. Karena dana haji harus digunakan untuk pembangunan yang berkaitan dengan haji.

"Dana haji itu milik umat dan disimpan untuk kepentingan haji juga seperti pembangunan fasilitas haji, bukan untuk pembangunan investasi," tegas pengamat anggaran, Uchok Sky Khadafi, kepada Kantor Berita Politik RMOL malam ini (Kamis, 4/8).

Karena itu dia menegaskan, dosa besar kalau Pemerintah berani mengalihkan penggunaan dana haji untuk kepentingan infrastruktur. Apalagi, pembangunan infrastruktur di Indonesia itu jelek dan rawan korup. "Masak dana haji hanya untuk dikorup," katanya.


Bila Jokowi tetap ngotot menggunakan dana haji tersebut, dia mempertanyakan, siapa yang mau bertanggung jawab kalau terjadi kerugian atas dana haji tersebut.
 
"Kalau Jokowi mau bertanggung jawab secara pribadi, monggo dipakai. Tapi siap-siap dituntut kalau terjadi kerugian atas investasi dana haji ini," tegas Direktur Center For Budget Analysis (CBA) ini.

Keinginan Presiden Jokowi mencuat ke publik awal tahun lalu. Saat itu,  Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan bahwa Presiden berkeinginan membentuk investasi dari dana di Badan Pengelola Keuangan Haji yang jumlahnya triliunan, salah satunya adalah dalam bentuk infrastruktur.

"Karena menurut Presiden, investasi berbentuk infrastruktur sangat menguntungkan," ujar Lukman saat usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, di Istana Bogor pada saat itu. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya