Berita

Nusantara

Cagub Petahana Aceh Usung Tagline "AZAN", Ini Maknanya

SENIN, 01 AGUSTUS 2016 | 03:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengakui bahwa tentu ada masyarakat yang kecewa dan tidak puas terhadap kepemimpinannya selama lima tahun ini. Penyebabnya, dia menjelaskan, tidak lain dan tidak bukan karena kealpaannya sebagai gubernur.

"Ini bukan apologi, tapi kenyataan bahwa antara teks dan konteks sering bersimpang jalan, banyak saya temui," jelas Zaini Abdullah dalam jumpa pers di halaman Hotel Aceh, Banda Aceh, Minggu (31/7).

Dia mengakui perjanjian perdamaian telah diteken, UU Pemerintahan Aceh telah disahkan oleh DPR-RI. Tapi itu baru kesepakatan, belum menjadi kesepahaman. Butuh waktu untuk menjalin kesepahaman dalam menerjemahkan teks dari kesepakatan.


"Ini juga salah satu yang mendorong saya untuk kembali maju, untuk meneruskan apa yang tidak bisa saya penuhi di tahun-tahun kemarin, dan kembali mewujudkan apa yang kita bayangkan sebagai masa depan Aceh," katanya dalam jumpa pers terkait pencalonannya kembali sebagai cagub Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, dia pun menjelaskan tagline 'AZAN' yang dipilih bersama Nasaruddin, cawagub yang akan mendampinginya sebagai pasangan independen.

"Kata 'AZAN' sengaja saya dan Tgk. Nasaruddin pilih, karena selain kedekatan singkatan nama Zaini Abdullah dan Nasaruddin atau kadang agar dipaksakan untuk pas, maka ada yang menyebut Abu Zaini Abdullah dan Nasaruddin atau Aceh Zaini Abdullah dan Nasaruddin. Namun AZAN kami pilih karena tiga karakter yang kami harapkan melekat juga pada perjalanan kami berdua," ucapnya.

Karakter yang pertama adalah AZAN sebagai seruan. Dia berharap mereka dan dan para pendukung tidak berhenti dalam menyerukan kebenaran dan kebajikan ke seluruh penjuru Nanggroe.

"Kami berharap pendukung kami bisa menjadi muadzin-muadzin yang senantiasa berseru dan mengajak setiap orang untuk menjaga perdamaian ini. Rencong telah disarungkan, senjata sudah dimusnahkan, rasa marah sudah diredakan. Maka saatnya hari-hari di masa damai ini kita isi dengan saling tolong menolong dan saling berbagi kebahagiaan terhadap sesama. Sudah lama kita hidup dalam air mata, sudah menjadi tugas kita untuk menjamin anak dan cucu kita kelak hidup dalam kehormatan dan kebahagiaan," tukasnya

Kedua, AZAN sebagai peringatan, ingatan akan waktu dan ingatan akan keberadaan kita di muka bumi. Tidak henti rekaman masa konflik, detik demi detik perundingan di Helsinki, wajah syuhada-syuhada Aceh jua yang terbayang.

"Kepada mereka-lah perdamaian ini kita persembahkan, bahwa syahidnya mereka tidak sia-sia, karena kedamaian telah nyata di Aceh, anak dan isteri mereka tidak akan lagi merasa tidak aman dan terancam. Nama mereka akan menjadi diceritakan turun temurun, anak-cucu-cicit mereka bangga pada pengorbanan orang tua mereka," imbuh mantan tokoh Gerakan Aceh Merdeka ini.

Terakhir, AZAN adalah ajakan menuju kemenangan. "Dalam tim pemenangan AZAN saya selalu ulangi, bahwa kemenangan yang kita maksud adalah terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur yang terbaik, tidak harus saya, siapapun yang akan terpilih kelak," sambungnya.

Dia mengingatkan kemenangan adalah buah dari usaha, tidak ada kemenangan yang jatuh dari langit. Kemenangan adalah hasil capaian, namun bukan keberakhiran. Kemenangan yang sempurna adalah kemenangan yang dirasakan oleh semua rakyat Aceh, yang menang tidak angkuh dan yang kalah tidak juga menyimpan dendam. Kondisi kemenangan seperti itulah yang mereka inginkan.

"Maka hari ini, dari halaman Hotel Aceh, tempat bersejarah dimana Soekarno menerima sumbangan emas dari tangan rakyat Aceh, tempat dimana Tgk. Daud Beureueh mengumpulkan seluruh pengusaha Aceh hingga Republik Indonesia membeli pesawat kepresidenan pertama," ungkapnya.

Dari tempat tersebut, dia menegaskan, AZAN akan selalu berkomitmen menjaga kesetiaan pada janji yang telah ditandatangani di Helsinki. Perdamaian adalah amanah Wali Nanggroe yang mereka jaga dengan penuh kesungguhan.

"AZAN adalah sebuah gerakan untuk memastikan kemenangan siapapun kelak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, adalah kemenangan bersama yang akan mendapatkan berkah. Bagi AZAN kekuasaan tidak untuk dijadikan alasan untuk bertikai satu sama lain. Harga perdamaian dan ketenangan hidup rakyat banyak adalah hal yang jauh lebih penting," tekannya.

"Terimakasih, saya akhiri pidato/surat/ pernyataan ini, mohon doa dan restu dari seluruh rakyat Aceh, bagi siapapun yang juga berniat ikut dalam kontestasi Pilkada tahun depan, mari jaga perdamaian, tidak ada pertikaian yang menghasilkan kemakmuran, pertikaian selalu dekat dengan kehancuran," pungkasnya. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya