Berita

nasaruddin umar:net

KEAJAIBAN SILATURRAHMI (18)

Belajar Dari Gajah

MINGGU, 31 JULI 2016 | 08:25 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

GAJAH menjadi salah satu nama surah di dalam Al-Qur'an, yaitu QS. Al-Fil (105). Gajah memiliki postur paling besar di antara bina­tang yang masih bertahan hidup mendampingi kehidu­pan manusia. Gajah pernah diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai berikut: "Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bu­kankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)". (Q.S. al-Fil/105:1-5).

Gajah menjadi lambang kejantanan dan men­jadi binatang pilihan Raja Abrahah untuk menyerang atau mengambil alih Ka’bah di Makkah. Abra­hah ingin mengangkut bangunan Ka’bah ke Yaman agar kota Yaman bisa menjadi ibu kota spiritual, yang ramai dikunjungi orang dari berbagai penju­ru. Namun kisah dan penampilan gajah dalam Al-Qur'an, meskipun jantan, besar, dan kokoh tetapi harus mati tersungkur dan menyedihkan, yang ter­sisa hanya tulang belulangnya, mengikuti nasib tuannya, Abrahah, karena terkena lemparan batu-batu kecil burung-burung Ababil yang diutus Tu­han untuk menghancurkan pasukan Abrahah. Ban­yak mendunduga, termasuk dalam Tafsir al-Manar, karya Muhammad Abduh, bahwa yang menyerang pasukan bergajah itu ialah semacam virus yang mematikan dalam waktu cepat. Dr. Opitz mendu­ganya sebagai virus ebola, seperti yang pernah ditemukan di Afrika. Cara kerja virus itu membuat daging menjadi bonyok sehingga yang tersisa han­ya tulang belulang.

Serangga kecil seperti lebah, semut, laba-laba, dan burung-burung memiliki tubuh yang kecil tetapi mengesankan prestasi positif. Lebah bisa mengo­bati penyakit, semut menciptakan masyarakat san­tun dan bersatu, laba-laba melindungi Nabi di goa Hira dan memeroduksi saran yang simetris. Ini be­rarti kebesaran sebuah postur bukan menjadi ja­minan keunggulan. Boleh jadi sebuah postur ke­cil dan sederhana tetapi melahirkan sesuatu yang positif secara monumental. Gajah dalam surah ini menjadi pelajaran berharga buat kita bahwa sebe­sar apapun makhluk pasti kekuasaan Sang Khalik lebih besar. Jika Allah menghendaki sebesar apap­un sebuah kekuasaan tidak ada artinya bagi Allah Swt. Jika Allah menghendaki sesuatu maka cukup mengatakan "kun" maka terwujudlah sesuatu itu.


Serangkaian binatang dan serangga yang dita­mpilkan dalam Al-Qur'an membuktikan kepada kita bahwa silaturrahim dengan binatang merupakan bagian yang tak bisa dipandang enteng. Lahirnya kesadaran masif untuk memelihara ekosistem dan lingkungan hidup adalah ide yang wajib didukung. Selain karena itu perintah Tuhan juga untuk ke­maslahatan umat manusia. Kelestarian komunitas manusia sangat ditentukan oleh kelestarian ling­kungan hidup, termasuk tumbuh-tumbuhan dan binatang, bahkan termasuk juga dengan alam se­mesta secara keseluruhan. Tangan-tangan manu­sia harus dijinakkan jika kita melestarikan alam ini, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (aki­bat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (Q.S. al-Nur/30:41).

Menjalin silaturrahim dalam arti memelihara ekosistem sangat penting artinya di dalam ke­hidupan ini. Semakin akrab kita dengan lingkun­gan hidup semakin kondusif kehidupan kita di muka bumi ini. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya