Berita

foto :dok

Olahraga

Sumsel Gelar Tinju Pantai Pertama Di Dunia

KAMIS, 28 JULI 2016 | 11:42 WIB | LAPORAN:

Kejuaraan tinju di pantai bakal digelar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, 24 September-8 Oktober 2016. Ajang ini berbeda dengan kejuaraan lain karena mempertemukan para petinju dari lima komisi tinju yang berbeda.

Kelima badan tersebut yaitu Komisi Tinju Indonesia (KTI), Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), Federasi Tinju Indonesia (FTI) dan Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI). Menurut Ketua Umum ATI Manahan Situmorang, pihaknya akan menyiapkan regulasi karena tinju pantai belum dipertandingkam secara formal. Bahkan, di level dunia peraturan untuk tinju pantai belum ada.

"Karena ini pertama kali di dunia dan tidak berbahaya bertinju di atas pasir pantai. Kami harapkan nanti masuk guiness book of record. Kami mencoba memecahkan rekor dunia," kata Manahan di Jakarta Rabu malam (27/7).


Promotor kejuaraan, Sutrija mengatakan, ajang ini disebut tinju pantai lantaran tak memakai ring berkanvas, melainkan kanvas pasir pantai setebal 20 cm. Petinju yang ambil bagian sebanyak 80 orang dari lima komisi tinju.

Rinciannya, masing-masing komisi akan mengirimkan 16 petinju. Adapun kelas yang dipertandingkan adalah terbang yunior (49 kg), bantam yunior (52,2 kg), bulu yunior (55,3 kg), bulu (57,1 kg), dan kelas ringan  (62,1 kg).

"Kami ingin mengangkat derajat olahraga Indonesia ke level dunia. Sebab, pelaksanaan olahraga ini rencananya akan ditingkatkan ke level Asia Tenggara, lalu Asia, kemudian ke dunia. Untuk kejuaraan nanti, rencananya juga akan dihadiri petinju asal Malaysia dan Singapura," kata dia.

Bagi masing-masing juara dari semua kelas akan mendapat hadiah uang Rp 150 juta dan sabuk ikan tuna yang merupakan ikan termahal di dunia. Untuk peringkat dua dan tiga menyesuaikan. "Kami juga akan memberikan uang Rp 1 juta kepada petinju untuk setiap partai. Untuk keamanan, kami akan mengasuransikan mereka per partai," terang pria yang akrab disapa Jaja ini.

Bupati PALI Heri Amalindo bakal memanfaatkan kejuaraan tinju ini untuk memperkenalkan daerahnya setelah memisahkan diri dari Kabupaten Induk Muara Enim pada 2013 lalu. "Kami juga tidak akan mengecewakan penyelenggaraan, apalagi even ini membawa nama Indonesia dan merupakan kegiatan pertama di dunia," terang Heri Amalindo.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya