Berita

foto :net

Kesehatan

Banyak Penderita Bibir Sumbing Belum Dijamin BPJS

SELASA, 26 JULI 2016 | 10:39 WIB | LAPORAN:

Tingginya penderita bibir sumbing dan langit-langit atau biasa dikenal dengan istilah asing Cleft Lip and Palate (CLP) di Indonesia kian mengkhawatirkan.

Diketahui, sekitar dua kasus terjadi di setiap 1.000 kelahiran. Dari jumlah itu, belum semuanya dijamin perawatannya oleh asuransi/Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan).

Menyoroti hal ini, dalam disertasinya, dokter sekaligus dosen tetap di Departemen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Nia Ayu Ismaniati Noerhadi menuturkan, saat ini, CLP cukup sering dijumpai dalam masyarakat. Kelainan ini dapat terjadi karena berbagai faktor risiko yang menimbulkannya, antara lain faktor genetika dan lingkungan.


"Keadaan dan kebiasaan ibu hamil, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, gizi yang kurang, terpapar radiasi, keadaan stres, trauma, dan konsumsi obat-obatan yang dialami merupakan faktor pencetus terjadinya kelainan," jelas Nia.

Nia melanjutkan, hormon pertumbuhan juga dianggap sebagai suatu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya insiden bibir sumbing dan langit-langit, disamping faktor latar belakang sosial-ekonomi orang tua serta keluarga penderita. Faktor-faktor ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan prenatal yang akan mengganggu embrio, dan akan dijumpai pada saat bayi lahir (pasca-natal).

Penderita CLP, kata Nia, sering merasa malu dan rendah diri, sehingga mempengaruhi faktor psikologis serta rasa percaya dirinya. Namun perawatan komperehensif yang melibatkan berbagai tahapan perawatan sejak bayi sampai usia dewasa masih belum merata, terstandar, dan terintegerasi seperti di pusat-pusat bibir sumbing di dunia, karena terbentur masalah biaya serta pertanggungan asuransi.

"Saat ini masih sangat terbatas studi yang mengobservasi stabilitas hasil perawatan jangka panjang kelompok penderita dengan kelainan ini," tuturnya.

Berdasarkan hal itu, dokter Nia pun melakukan penelitian yang bertujuan agar para penderita bibir sumbing dan langit-langit dapat dijamin perawatannya oleh asuransi/ BPJS Kesehatan. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi perubahan pada pasien bibir sumbing dan langit-langit pada saat selesai perawatan (T0), dua tahun pasca perawatan (T1) dan lima tahun pasca perawatan (T2).

"Saya bersyukur mendapatkan kesempatan mengambil data penelitian dari pasien bibir sumbing dan langit-langit di Nijmegen, Belanda, untuk melihat stabilitas hasil perawatan komprehensif jangka panjang selama dua dan lima tahun setelah selesai perawatan, karena kestabilan merupakan indikasi keberhasilan suatu perawatan," ucap Nia.

Disertasi yang berjudul 'Kajian Stabilitas Relasi  Gigi dan Lengkung Maksilaris Setelah Perawatan Komprehensif Penderita Bibir Sumbing dan Langit-Langit Unilateral Komplit (Studi Longitudinal Retrospektif)' ini telah diterima untuk dipublikasikan di Jurnal Internasional pada: Orthodontics and Craniofacial Research Journal, suatu jurnal riset terkemuka di bidang ortodonti, wajah dan kepala.

Nia diketahui merupakan dosen tetap di departemen ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Lulus dalam waktu tiga tahun dengan predikat Cumlaude.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya