Berita

Eropa Tengah Dan Timur Bisa Jadi Pintu Gerbang Produk Unggulan Indonesia

SELASA, 26 JULI 2016 | 10:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia dapat memanfaatkan kawasan Eropa Tengah dan Timur sebagai untapped market potensial dan pintu gerbang produk unggulan Indonesia ke Uni Eropa dan Eurasian Economic Union. Negara-negara di kawasan tersebut juga merupakan sumber arus investasi dan wisatawan asing bagi Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri, T.B.H. Witjaksono Adji. Hal ini terkait dengan pertemuan bisnis bertemakan "Menggali Potensi Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur dan Peluang Kawasan Eropa Tengah dan Timur" di Balikpapan.

"Kalimantan Timur memiliki potensi dan peluang besar untuk dikerjasamakan dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur. Kami senantiasa mendukung dan mendorong peningkatan kerja sama tersebut sebagai bagian dari diplomasi ekonomi," kata Witjaksono Adji.


Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan pentingnya menarik investasi asing, termasuk dari Rusia dan Belarus. Kalimantan Timur sangat terbuka bagi investasi asing di berbagai sektor, seperti infrastruktur, energi, pertambangan dan pariwisata.

Rusia memiliki ketertarikan berinvestasi di Kalimantan Timur. Salah satu perusahaan perkeretaapian Rusia "Russian Railways" melalui anak perusahaan PT Kereta Api Borneo tengah mengembangkan proyek pembangunan jalur kereta api dan proyek terkait lainnya, seperti pelabuhan dan technopark. Saat ini lebih dari 100 putra dan putri dari Kalimantan Timur sedang menempuh pendidikan di Rusia untuk mempersiapkan tenaga ahli di bidang perkerataapian tersebut.

Belarus sangat membutuhkan karet untuk produksi ban dan juga salah satu penghasil pupuk di dunia. Kalimantan Timur menawarkan kepada Belarus untuk membangun pabrik pengolahan karet dan pabrik pupuk di Kalimantan Timur. [ysa]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya