Berita

net

Kesehatan

Vaksin Palsu Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

MINGGU, 24 JULI 2016 | 13:35 WIB | LAPORAN:

Terungkapnya sindikat pemalsu vaksin yang melakukan sebaran secara masif menandakan lemahnya pengawasan prosuk obat-obatan di Indonesia.

Belasan rumah sakit juga apotik di Jakarta dan Bekasi terbukti menggunakan vaksin palsu, belum lagi puluhan fasilitas kesehatan di daerah yang juga ikut menerima vaksin palsu dari distributor tidak resmi.

Koordinator Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Agung Sedayu mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat mencari dan memusnahkan sisa vaksin palsu yang masih beredar. Serta memberikan garansi kepada masyarakat bahwa tidak ada lagi vaksin palsu yang beredar.


"Penemuan masifnya peredaran vaksin palsu adalah pertanda pemalsuan obat di negeri ini dalam kondisi gawat," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/7).

Menurutnya, pemerintah harus memperbaiki sistem pengawasan produk obat-obatan serta memperkuat stake holder yang diberi wewenang pengawasan. Selain regulasi, aksi melawan pemalsuan produk obat juga harus dilakukan dengan membangun sistem dan teknologi traking product, perlindungan obat dan vaksin secara nasional, serta kerjasama seluruh stake holder sekaligus mendidik publik.

"Tanpa perbaikan menyeluruh di sistem pengawasan dan keterlibatan semua pihak mustahil pemalsuan vaksin dan obat bisa dihilangkan," tegas Agung. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya