Berita

ilustrasi/net

Ternyata Uang Pemegang KJP Disunat Sejumlah Toko

SABTU, 23 JULI 2016 | 02:45 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Hasil reses dari Dewan Perwakikan Rakyat Daerah DKI Jakarta menemukan hal yang sangat krusial untuk diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hasil pelaksanaan reses disampaikan pada rapat paripurna (Jumat, 22/7) oleh Anggota Komisi Pembangunan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Taufiqurrahman. Selama enam hari reses, ditemukan hal krusial, yang satu di antaranya menyoroti permasalahan Kartu Jakarta Pintar.

"Ditemukan adanya toko yang memasang plang 'menerima pembelian dengan KJP'. Yang terjadi  KJP ditukar dengan uang tunai dengan selisih 3-10 persen," ucap Taufiqurrahman.


Misal, pemegang KJP mau mencairkan Rp100 ribu maka potongannya berkisar Rp3 ribu - Rp10 ribu. Toko terdapat di Pasar Cengkareng, Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Kemudian di Mall Cityloft, Jakarta Pusat.

"Bukan tidak mungkin terjadi di seluruh wilayah Jakarta. Dan ini sangat memprihatinkan mengingat anggaran KJP cukup besar mencapai Rp2,3 triliun dalam APBD 2016," lanjut Taufiqurrahman.

DPRD menyarankan ada perbaikan dalam pelaksanaannya. Pertama, kembalikan bantuan langsung ke sekolah dengan pengawasan suku dinas pendidikan.

Kedua, apabila tetap menggunakan fisik kartu KJP maka sediakan mesin electronic data capture di setiap sekolah. Hal ini bisa dikerjasamakan dengan Bank DKI. Serta diaktifkan koperasi sekolah, sehingga barang-barang kebutuhan pendidikan dapat dibeli di koperasi sekolah. [ysa]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya