Berita

misbakhun/net

TNI Perlu Dilibatkan Dalam Penanggulangan Terorisme

KAMIS, 21 JULI 2016 | 13:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Terorisme bukan semata persoalan gangguan keamanan dan ketertiban umum tapi juga persoalan gangguan keamanan dan kedaulatan negara. Untuk itu, keterlibatan seluruh unsur kekuatan negara untuk mengatasi masalah terorisme termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Demikian disampaikan politikus Partai Golkar, Muhammad Misbkahun. Menurut Misbakhun, apa yang sudah dilakukan oleh Densus 88 sudah sangat baik. Mereka bisa mendeteksi jaringan terorisme di Indonesia dan kaitannya dengan jaringan sel-sel terorisme internasional dengan berbagai kepentingannya.

Misbakhun pun mengingatkan, dengan semakin meluasnya jaringan terorisme internasional dan jarinagan mereka yang sudah melewati batas negara, maka dibutuhkan sebuah upaya yang sungguh-sungguh, serius dan lebih nyata mengenai penanggulangan terorisme mulai dari preemptive action sampai kepada operasi pemberantasan terorisme. Pada upaya tersebut peran TNI sangat diperlukan untuk dilibatkan dalam upaya penanggulangan terorisme yang sudah makin kuat gangguannya pada keamanan, ketertiban umum dan kedaulatan negara.


"Dengan kemampuan personil TNI yang terlatih dengan baik. Ada unit khusus yang mempunyai kualifikasi kemampuan tempur yang terlatih secara khusus maka dilibatkannya TNI  dalam penanggulangan terorisme diharapkan akan memperkuat peran negara dalam upaya penanggulanggan ancaman terorisme yang keihatannya makin nyata mengganggu keamanan, ketertiban umum dan kedaulatan negara," kata Misbakhun beberapa saat lalu (Kamis, 21/7).

Menurut Misbakhun, keterlibatan TNI pada operasi pemberantasan terorisme juga akan membangun kepercayaan masyarakat luas bahwa negara memang bersungguh-sungguh dalam upaya penanggulangan ancaman terorisme yang saat ini dirasakan sebagai ancaman yang paling serius terhadap keamanan, ketertiban umum dan kedaulatan negara.

"TNI yang bersatu padu dengan unsur kekuatan unit Kepolisian seperti Densus 88 akan bukti keseriusan operasi penanggulangan terorisme di Indonesia," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya