Berita

Pernyataan Adian Napitupulu Benar Semua, Ini Klarifikasi Putu Artha

SELASA, 19 JULI 2016 | 16:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pendamping Ahli Teman Ahok, I Gusti Putu Artha, menjelaskan konteks pernyataannya soal "Soft landing sedang disiapkan sepertinya" dan "Statemen Adian Napitupulu benar semua."

Kedua pernyataan tersebut disampaikannya dalam grup WhatsApp "VISI MUDA BALI", yang capture-nya saat ini beredar.

Konteks pembicaraan yang pertama, dia menjelaskan, adalah soal analisis apakah Basuki T. Purnama akan maju lewat jalur independen pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 atau akan diusung partai politik.


"Konteks soft landing dalam WA itu, jika toh Ahok masuk via parpol pasti akan mengajak Teman Ahok bicara," Putu Putu saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL lewat WhatsApp (Selasa, 18/7).

"Sy tidak dalam posisi di WA memastikan dan tahu bahwa Ahok akan maju via jalur mana," kata mantan anggota KPU ini menambahkan.

Konteks pernyataan kedua, dia menambahkan, adalah terkait penilaian Adian Napitupulu bahwa kecenderungan Ahok sangat besar ke parpol. "Bukan dalam konteks kinerja Teman Ahok," tegasnya.

Tokoh asal Bali ini menegaskan pembicaraan mereka di grup WA tak menilai kinerja Teman Ahok atau membahas penilaian politikus PDIP itu terhadap Teman Ahok.
"Murni konteks kalimat itu dalam kaitan penilaian apakah Ahok via parpol atau perseorangan," tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPR dari PDIP Adian Napitupulu memang mengkritisi kinerja Teman Ahok. Dia meragukan validitas 1 juta KTP dan juga meragukan jualan merchandise yang mencapai Rp 6,5 miliar dari modal Rp 500 juta.

Adian bahkan menilai relawan bayaran dan pengeluaran Teman Ahok bisa mencapai Rp 12 miliar. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya