Berita

Kesehatan

Kasus Vaksin Palsu Terdahulu Harus Dibuka Kembali

SENIN, 18 JULI 2016 | 12:55 WIB | LAPORAN:

Tak hanya pelakunya, korban vaksin palsu juga harus diungkap oleh Baresakrim Mabes Polri untuk memberi gambaran kepada publik tentang dampak kejahatan ini.

Demikian desakan Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/7).

"Bareskrim Polri layak untuk mengungkap jumlah korban selama ini, termasuk dampak lain bagi Balita yang menerima vaksin palsu," katanya.


Apalagi dalam gambaran Presiden Jokowi, kasus ini masuk kategori kejahatan luar biasa.

"Maka, penyelidikan oleh Polri tidak boleh setengah-setengah," tegas Bambang.

Menurutnya pula, kasus-kasus vaksin palsu terdahulu yang proses hukumnya tidak wajar harus dibuka kembali. Di antaranya temuan  vaksin Anti Tetanus Serum (ATS) palsu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2008.

"Kasus itu ditutup dengan alasan yang tidak jelas," sesalnya.

Kemudian tahun 2013, terungkap lagi kasus vaksin palsu dengan dua tersangka tetapi satu tersangka bisa melarikan diri. Ketika itu pelaku yang tertangkap hanya dikenai hukuman denda Rp 1 juta.

"Para vaksinolog melihat ada kejanggalan pada proses hukum dua kasus vaksin palsu terdahulu itu," bebernya.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya