Berita

PDIP Panaskan Mesin Partai Hadapi Pilkada 2017 Dan 2018

MINGGU, 17 JULI 2016 | 15:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan merapatkan barisan untuk  menghadapi Pilkada serentak tahun 2017 dan 2018. Salah satu agenda yang dijalankan adalah menggelar Halal Bihalal dan FGD tentang pemenangan Pilkada 2017 dan 2018 menuju kemenangan Pileg dan Pilpres 2019.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI-P Teras Narang mengatakan, PDIP di semua level dan tingkatan harus bisa mengindentifikasi hasil pilkada 2015 sebagai pelajaran untuk meraih kemenangan dalam pilkada serentak 2017.

"Sebagai parpol, kita harus bisa mempersiapkan diri agar peranan sebagai parpol sesuai dengan keinginan rakyat dan sesuai dengan konstitusi. Tak berhenti di situ, ketika kita sudah melalui proses dan sudah dipilih, maka kita adalah milik rakyat yang harus mampu mensejahterakan rakyat," ujarnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (17/7/2016).


FGD yang digelar Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP sendiri dihadiri Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristianto. Sedangkan narasumber yang hadir adalah Mantan Anggota KPU Ramlan Surbakti, Komisioner KPU Juri Ardiantoro, Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto, dan dihadiri sejumlah kader PDI-P.

Teras menambahkan, tugas PDI-P sebagai parpol adalah mempersiapkan kader, perangkat, dan mesin perjuangan terutama yang ada di daerah. PDI-P juga harus siap ketika akan terjadi Pemilu, Pilpres, Pileg, dan Pilkada Serentak tahun 2019 sebagai kodifikasi dari sistem pemilihan dan pengisian pejabat penyelenggara negara.

"Kita harus perhatikan konstitusi kita. Saya dulu di komisi II DPR membidangi soal politik ini. Sejak reformasi ada 14 UU  yang dilahirka menangkut pemilu. Baik legialatif pilpres ataupun pilkada.  Sekarang kita harus siap, bahwa tahun 2019 akan terjadi pemilihan secara serentak. Siap menang dan mengisi kemenangan itu demgan penuh tanggungjawab," tandasnya.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto mengatakan, semua kader PDI-P harus bisa membumikan bagaimana politik itu dijalankan dengan etika, berbudaya, dan sepenuhnya berpihak pada rakyat. Hal ini hanya bisa dijalankan jika partai bisa menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi kepala daerah.

"Dalam rangka ini pula, kita membuka diri bagi kader terbaik dari berbagai kalangan. Misalnya Rano Karno dari kalangan seniman, juga ada ibu Rieke, Ibu Risma dan semua figur mumpuni dari berbagai kalangan bisa masuk dan diusung PDIP," jelasnya.

Hasto menambahkan, tujuan PDIP menyiapkan kader terbaik memang untuk meraih kekuasaan politik, tapi lebih dari itu, tanggungjawab selanjutnya adalah bagaimana mengelola kewenangan itu sebesar besarnya untuk rakyat, kaum pinggiran dan kaum marhaenis.

"Artinya, yang penting bagaimana kita mengelola kekuasaan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Maslaah kemiskina, pengangguran, permukiman kumuh, dan masalah lainnya harus bisa terselesaikan melalui kader partai kuta yang dipercaya rakyat," demikian Hasto. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya