Berita

ilustrasi/net

Pro Kudeta Turki Gagal Taklukan Dua Komponen Penting

MINGGU, 17 JULI 2016 | 05:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para pro kudeta di Turki belum sukses menaklukan dua komponen penting dari kriteria kudeta yang berhasil. Yaitu dukungan masyarakat dan soliditas aktor keamanan nasional

Demikian disampikan pengamat politik internasional yang meraih gelar doktor bidang ilmu politik dan hubungan internasional dari Universitas Fatih Turki, Arya Sandhiyudha, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 16/7).

Demokrasi, jelas Arya, telah menggariskan bahwa yang akan menentukan siapa yang keluar sebagai pemimpin di Turki adalah rakyat. Di Turki, rakyat mendukung Erdogan bergerak cepat dan massif, dan mereka keluar rumah pada dini hari mengungkapkan dukungan untuk presiden dan partainya.


"Meski militer menembaki demonstran di Jembatan Bosporus, mereka yang menghasut kudeta jelas malah makin kehilangan dukungan publik. Hal unik, Erdogan meskipun Presiden masih menjadi magnet gerakkan rakyat lawan kudeta di jalanan," katanya.

Menurutnya, klik militer juga salah kalkulasi duduki tempat strategis. TV nasional dikuasai, namun lupa provider satelitnya ada di tempat lain. Setelah siaran, blackout, respon cepat kepala cabang AKP Istanbul juga menentukan.

Selain itu, sambung Arya, kudeta yang sukses membutuhkan soliditas pasukan keamanan. Di Turki, tanda-tanda konflik di antara berbagai lapisan militer ternyata masih eksis. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya