Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Daulay mendesak satgas penanggulangan vaksin palsu untuk segera menurunkan timnya ke 14 Rumah Sakit pemakai vaksin palsu.
Menurut dia, seharusnya Satgas langsung menurunkan timnya begitu mendapatkan rekomendasi Komisi IX sesuai rapat dengar pendapat Kamis (14/7) lalu.
Mendengar desakan itu, anggota satgas yang juga Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan pihaknya akan segara melakukan apa yang menjadi rekomendasi DPR.
"Kita siap untuk melakukan itu (pengecekan ke RS), hari ini mulai bisa kita lakukan," katanya dalam diskusi Jalur Hitam Vaksin Palsu di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).
Pihaknya mengaku Kemenkes baru mempunyai agenda untuk satu minggu kedepan. Namun, Maura mengaku sejauh ini pohaknya telah berusaha menghubungi 14 RS tersebut.
"Kita sedang menghubungi nama-nama itu," akunya.
Namun demikian, dengan segala keterbatasan yang ada, Maura mengaku pihaknya baru menurunkan timnya ke lima RS. Mereka belum bisa mengirimkan tim ke 14 RS seperti yang dimintakan Saleh.
"Ada 5 tim dari Kemenkes yang akan ke RS. Saya ingin masyarakat percaya, kita akan jamin dan kawal ini dengan sebaik-baiknya. Meski kita enggak janji hari ini bisa selesai semua, tapi kita ingin masyarakat tidak khawatir," ujarnya.
Setiap anak yang sudah ada datanya, dan terkena vaksin palsu, tambah dia, juga akan dihubungi satu-persatu. "Ini ada 2 proses yang sedang berjalan, yang pertama investigasi, dan kedua hasil-hasil investigasi akan kita lakukan tindak lanjut. Ini kerja yang berat juga agar kita bisa dapat dengan tepat report nama-namanya," bebernya.
Mendengar pemaparan Maura, Saleh Daulay nampak kecewa. Sebab menurut dia jika baru menurunkan tim hari ini, itu menunjukan kerja satgas dalam hal ini Kementrian Kesehatan agak lamban.
[sam]