Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

Disebut Lamban Oleh DPR, Ini Kata Satgas Penganggulangan Vaksin Palsu

SABTU, 16 JULI 2016 | 16:36 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Daulay mendesak satgas penanggulangan vaksin palsu untuk segera menurunkan timnya ke 14 Rumah Sakit pemakai vaksin palsu.

Menurut dia, seharusnya Satgas langsung menurunkan timnya begitu mendapatkan rekomendasi Komisi IX sesuai rapat dengar pendapat Kamis (14/7) lalu.

Mendengar desakan itu, anggota satgas yang juga Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan pihaknya akan segara melakukan apa yang menjadi rekomendasi DPR.


"Kita siap untuk melakukan itu (pengecekan ke RS), hari ini mulai bisa kita lakukan," katanya dalam diskusi Jalur Hitam Vaksin Palsu di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).

Pihaknya mengaku Kemenkes baru mempunyai agenda untuk satu minggu kedepan. Namun, Maura mengaku sejauh ini pohaknya telah berusaha menghubungi 14 RS tersebut.

"Kita sedang menghubungi nama-nama itu," akunya.

Namun demikian, dengan segala keterbatasan yang ada, Maura mengaku pihaknya baru menurunkan timnya ke lima RS. Mereka belum bisa mengirimkan tim ke 14 RS seperti yang dimintakan Saleh.

"Ada 5 tim dari Kemenkes yang akan ke RS. Saya ingin masyarakat percaya, kita akan jamin dan kawal ini dengan sebaik-baiknya. Meski kita enggak janji hari ini bisa selesai semua, tapi kita ingin masyarakat tidak khawatir," ujarnya.

Setiap anak yang sudah ada datanya, dan terkena vaksin palsu, tambah dia, juga akan dihubungi satu-persatu. "Ini ada 2 proses yang sedang berjalan, yang pertama investigasi, dan kedua hasil-hasil investigasi akan kita lakukan tindak lanjut. Ini kerja yang berat juga agar kita bisa dapat dengan tepat report nama-namanya," bebernya.

Mendengar pemaparan Maura, Saleh Daulay nampak kecewa. Sebab menurut dia jika baru menurunkan tim hari ini, itu menunjukan kerja satgas dalam hal ini Kementrian Kesehatan agak lamban. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya