Berita

tersangka pembuat vaksin palsu/net

Kesehatan

Kemenkes Data Ulang Penerima Vaksin Palsu

SELASA, 12 JULI 2016 | 16:51 WIB | LAPORAN:

Satuan Tugas Penanggulangan Vaksin Palsu menggelar rapat untuk menindaklanjuti kasus itu.

Dalam rapat diketahui bahwa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan penelusuran di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat  37 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di sembilan provinsi yang mendapatkan vaksin dari sumber yang tidak resmi dengan jumlah sampel sebanyak 39 jenis.

BPOM juga sudah menguji sampel vaksin dan hasilnya menunjukkan dari 39 sampel ditemukan empat sampel yang isinya tidak sesuai atau palsu, serta satu sampel diduga palsu karena labelnya tidak sesuai.


Dilaporkan juga, BPOM melakukan uji terhadap barang sitaan Bareskrim Polri sebanyak 15 produk vaksin. Hasilnya, terdapat lima produk yang terbukti kandungannya palsu, satu produk dengan kadar tidak sesuai, dan satu produk dengan label tidak sesuai.

"Berdasarkan hasil penyidikan dari Bareskrim dan Badan POM, Kemenkes akan melakukan pendataan ulang pasien yang menerima vaksin palsu," ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek usai rapat di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (12/7).

Selanjutnya, pemerintah dalam hal ini Kemenkes akan memberikan vaksinasi ulang kepada anak-anak yang terdata telah diberikan vaksin palsu.

"Vaksinasi ulang akan dimulai dari satu klinik yang berada di Ciracas Jakarta Timur pada pekan depan karena datanya telah tersedia," demikian Nila. [wah] 

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Direktur Namarin Bongkar Deretan Kekecewaan Iran terhadap Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58

Malaysia Lolos Selat Hormuz, Indonesia Masih Tahap Lobi

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:56

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Terukur Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:26

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:24

Perintah Trump Lumpuhkan Listrik Iran adalah Kejahatan Perang

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:11

Pemulihan Pascabencana di Sumut Masih Tahap Perencanaan

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:43

Perbakin DKI-Jabar-Banten Gelar Kejuaraan Menembak Multi Event 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:23

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:11

Optimisme Purbaya Harus Dibarengi Kinerja Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:48

Selengkapnya