Berita

ilustrasi/net

Hukum

Cegah Ideologi Radikal Harus Punya Payung Hukum

SABTU, 09 JULI 2016 | 22:41 WIB | LAPORAN:

Masyarakat harus ikut serta dalam pengamanan lingkungan masing-masing untuk meminimalisir penularan idiologi radikal yang berujung aksi teror.

Hal tersebut dikatakan pengamat Kepolisian dari Universitas Mpu Tantular, Ferdinand Montororing, dalam diskusi bertajuk "Terorisme Doktrin Anti Kemanusian dan Anti Dialogis Berdampak Terguncangnya Ekonomi" di Jakarta Selatan, Sabtu (9/7).

Doktrin pertahanan Indonesia adalah pertahanan keamanan rakyat semesta (Hankamrata).  Doktrin itu sangat berguna di tengah lemahnya peran kepolisian dalam pencegahan berkembangnya gerakan terorisme.


"Perlu ada langkah tegas dari seluruh elemen masyarakat dalam sistem Hankamrata," ujarnya

Lebih lanjut, Ferdinand juga menilai perlu payung hukum untuk meredam idiologi radikal yang disebarkan ke masyarakat. Menurutnya, selama ini UU teorisme belum mencakup permasalahan penyebaran idiologi radikal, sehingga tidak ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan oleh kepolisian.

Jika payung hukum mengenai pencegahan tidak dimasukkan ke dalam draf UU terorisme maka Indonesia akan tetap menjadi lahan subur bagi ideologi radikal.

"Buah pemikiran radikal yang melahirkan tindakan terorisme belum bisa dikategorikan perbuatan pidana, ini tidak bisa diadili. Kalau konsep ini masih dipakai dalam revisi UU Terorisme yang digodok DPR, maka Indonesia menjadi ladang subur untuk berkiprahnya gerakan terorisme seperti ISIS," ujarnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya