Berita

cosmas batubara/net

Publika

Bang Cosmas Batubara Nakhoda Baru Podomoro

SENIN, 04 JULI 2016 | 12:44 WIB

SETELAH Presdir Podomoro, Ariesman Wijaya tersangkut kasus suap reklamasi dan ditahan di KPK, Podomoro pun memasang Cosmas Batubara sebagai nakhoda baru. Begitu duduk sebagai penerus estafet Ariesman Wijaya pun langsung tancap gigi empat.

Bang Cosmas sebagai salah satu pentolan Angkatan 66 langsung tembak keputusan yang diambil oleh Menko Maratim, Rizal Ramli melalui rapat gabungan dan para menteri yang memutuskan menyetop selamanya reklamasi Pulau G itu. Keputusan yang diambil Rizal Ramli dan kawan-kawan ini langsung mendapat perlawanan dari Basuki Cahaya Purnama, Ahok sebagai Gubernur DKI yang mengeluarkan izin reklamasi itu tidak mau terima. Perseteruan pun terjadi. Ahok melawan Rizal Ramli Dkk. Rupanya, Ahok berhitung dengan siapa dia hadapi.

Podomoro pun langsung memplot Cosmas Batubara yang mantan pejabat Orba itu langsung bersuara lantang, bela Podomoro dan apa yang sudah dilakukan dengan sejumlah alasannya.


Tapi publik membaca lain. Tampilnya Bang Cosmas ini supaya bisa menggantikan Ahok yang dijuluki Gubernur Podomoro, karena selalu bela kepentingan Podomoro itu, keteter hadapi Rizal Ramli yang terkenal kritis saat Orba dan pernah mendekam dipenjara saat sebagai Ketua Dema ITB.

Sehingga terlihat sekarang adalah Cosmas Batubara vs Rizal Ramli dkk. Tentunya Podomoro berharap dapat memenangkan pertarungan soal reklamasi ini.

Padahal jika Bang Cosmas mau bijak, mestinya suara kritis aktivis, publik dan nelayan dan juga para pakar dipertimbangkan. Jangan sampai Bang Cosmas cacat di mata aktivis, nelayan dan publik karena lebih mengutamakan bela pemilik kapital besar, dibanding harus menghargai Putusan PTUN soal reklamasi, keputusan Rizal Ramli dkk, yang menghentikan proyek reklamasi Pulau G untuk selamanya dengan pertimbangan dan alasan yang bukan mengada-ad.

Mestinya Podomoro harus dipaksa taat hukum, aturan dan dengarkan suara banyak orang. Jangan bela karena potensi bisnis triliunan yang menggiurkan.[***]

Muslim Arbi

Pengamat politik; Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya