Berita

Nusyirwan/net

Koordinasi Lintas Sektor Kunci Sukses Mudik 2016

MINGGU, 03 JULI 2016 | 21:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keseriusan dan koordinasi Polri bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta Pemerintah Daerah ‎menjadi kunci penanganan mudik sehingga mudik 2016 berjalan dengan baik.

Demikian disampaikan anggota Komisi V DPR-RI Nusyirwan Soejono. Menurut Nusyirwan, volume arus mudik liburan panjang Idul Fitri dengan transportasi apapun tidak sama dengan hari biasa.

"Saya melihat‎ untuk penanganan mudik Lebaran 2016 (sampai H-2) berjalan cukup baik. Tentunya hal ini bisa terjadi karena ada ‎koordinasi dan kerja semua pihak terkait transportasi (Kepolisian, Pemda, KemenPUPERA, dan Kemenhub," ujar Nusyirwan.

Dia mengatakan Pemerintahan Jokowi telah berupaya mengurangi hambatan-hambatan yang membuat perjalanan mudik terkesan tidak terlalu menyita waktu lama dan tetap menjaga faktor keselamatan.

"Memang, yang sulit diatur adalah jadwal mudik, yang biasanya bertumpuk pada hari tertentu, akibatnya terjadi lonjakan volume di semua moda transportasi (darat, laut , udara). Jadi, dalam menjaga kelancaran arus mudik jawaban utama adalah dilakukannya koordinasi," jelasnya.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan persoalan pergerakan penduduk dalam rentang waktu hampir bersamaan seperti mudik di Indonesia, sulit untuk ditemui di negara lain.

"Indonesia memiliki jumlah penduduk besar dan lebaran merupakan tradisi sosial budaya Nusantara," ujarnya.

Nusyirwan mendukung agar keseriusan lintas sektor saat menangani arus mudik 2016 juga akan tampak saat arus balik nanti.

"Sekali lagi keseriusan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan PERA serta Pemda menjadi kunci penanganan mudik. Semoga hal itu juga terlihat nanti saat arus balik," tandasnya. [ysa] ‎

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya