Berita

nila moeloek/net

Kesehatan

Menkes Enggan Buka Empat RS Terduga Penerima Vaksin Palsu

KAMIS, 30 JUNI 2016 | 16:48 WIB | LAPORAN:

Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek, menanggapi desakan publik agar pihaknya membuka rumah sakit (RS) atau pusat kesehatan mana saja yang terbukti selama ini menerima vaksi palsu.

Sebelumnya, jumlah RS yang menerima vaksin palsu telah dikonfirmasi oleh Bareskrim Polri.

Sedangkan Nila menyatakan akan memagang asas praduga tak bersalah terkait dugaan keterlibatan empat rumah sakit RS di wilayah Jakarta tersebut.


"Nanti kita lihat dari penyelidikan dan pengadilan. Asas praduga tidak bersalah harus kita pegang. Setelah dibuktikan baru kita lihat kesalahannya apa," ujar Nila di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/6).

Kembali Nila menjelaskan bahwa vaksin yang asli adalah berasal dari produsen PT. Bio Farma, melalui distributor resmi serta tercatat Dinas Kesehatan setempat.

"Tolong ingat program pemerintah melalui Biofarama, masuk ke distributor yang tercatat resmi terus masuk ke Dinas Kesehatan dan sampai ke Posyandu. Jadi yang mendapatkan vaksin di Puskesmas adalah vaksin yang benar," klaimnya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/6), mengatakan bahwa pihaknya sedang menelusuri dugaan empat rumah sakit sebagai penerima pasokan vaksin palsu.

Empat rumah sakit yang disasar kepolisian berada di wilayah DKI Jakarta. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya