Berita

rachmawati/net

Rachmawati: KPK Seperti Dagelan

KAMIS, 30 JUNI 2016 | 13:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kepanjangan KPK sebagai Komisi Perlindungan Korupsi pas dengan kenyataan. Bahkan betul juga bila dikatakan KPK sebagai Komedi Pertunjukan Kongkalikong

Demikian disampaikan tokoh nasional yang juga pendiri Yayasan Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 30/6).

"KPK seperti dagelan dan rakyat dikasih tontonan para koruptor teri. Sementara Kasus mega-skandal bantuan likuiditas bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 700 triliun tidak diusut," kata Rachma.


Bahkan kini, sambung Rachma, para pengemplang pajak mau dikasih pengampunan melalui kebijakan tax amnesty. Dan penguasa malah bangga dengan mengatakan keberhasilan dan kebijakan ini disebut akan meningkatkan ekonomi sampai 5,5 persen.

"Yang jelas penguasa telah kongkalikong menyelamatkan dan melindungi para koruptor BLBI dan pembuat kebijakan surat keterangan lunas (SKL) BKBI melalui Inpres 8/2002 dan tax amnesty akan diberlakukan lagi pada 1 Juli ketika orang fokus lebaran," ungkap Rachma.

Di saat yang sama, sambung Rachma, penguasa mengemis utang ke ADB sebesar 500 juta dolar. Dan apabila tax amnesty tidak mencapai Rp 136b triliun makan dengan mudahnya penguasa akan menjual aset negara karena bangkrut.

"Jadi kerjanya rezim penguasa saat ini mengemis-ngemis pada koruptor. Uutang dan jual negara dan konon diamini 'Teuku Umar.' tambah jual-jual nama Soekarno lagi," sesal Rachma. [ysa]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya