Berita

gus nu'man

Gus Nu'man Bamusi: Islam Harus Diajarkan Dengan Lembut Dan Penuh Kasih Sayang

RABU, 29 JUNI 2016 | 07:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada pesan penting, bermakna dan penuh hikmah di balik peringatan Nuzulul Quran.  Pesan penting itu adalah bagaimana Islam seharusnya didakwahkan dan disebarkan. Islam harus disyiarkan dengan penuh kelembutan, tanpa kekerasan, sebagaimana dilakukan malaikat Jibril saat kali pertama bertemu dan mengajari Rasulullah SAW.

Demikian disampaikan pimpinan majelis al-Quran Indonesia, Gus Nu'man, saat menyampaikan ceramah dalam rangka peringatan Nuzulul Quran di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung Jakarta, Selasa malam (28/6).

Gus Nu'man, berkisah bahwa malaikat Jibril mengajari Rasulullah SAW dengan penuh kelembutan tanpa meninggalkan ketegasan. Jibril mengajari Muhammad dan menuntun untuk membaca Iqro. Ketika Rasulullah SAW tidak bisa membaca, Jibril memeluknya dengan sangat lembut, dan mengulangi hingga tiga kali.


Sampai tiga kali, dan Rasulullah masih belum bisa menjawab, Jibril kembali memeluk, lalu Rasulullah SAW pun mengikuti apa yang diajarkan oleh malaikat Jibril tersebut hingga tuntas al-Quran surat Al-'Alaq diajarkan.

"Jadi seharusnya kita meniru gaya malaikat Jibril dalam mengajarkan al-Qur'an. Mengajarkan Islam tak boleh dengan kekerasan dan pemaksaan atau ancaman," kata Gus Nu'man.

Gus Nu'man, yang juga Ketua PP Bamusi, memastikan melalui Majelis Quran Indonesia akan memberikan corak dakwah yang khas seperti cara mengajar Jibril kepada Rasulullah, yaitu dengan kelembutan. Apalagi, orang Indonesia akan simaptik dengan cara dakwah yang penuh kasih sayang.

Peringatan Nuzulul Quran ini dilaksanakan oleh PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), yang merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan. Acara digelar atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk melakukan beragam kegiatan keummtan di bulan suci Ramadhan. Acara pun disertai dengan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada sekitar 500 anak yatim. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya