Berita

presiden jokowi/net

Kesehatan

Jokowi Perintahkan Menkes dan Kapolri Usut Vaksin Abal-abal

RABU, 29 JUNI 2016 | 00:44 WIB | LAPORAN:

Kasus vaksin abal-abal yang belakangan ini ramai dibicarakan mendapatkan perhatian serius Presiden Joko Widodo. Bahkan, dia menyebut tindakan tersebut merupakan suatu kejahatan yang luar biasa.

"Kita tahu misalnya anak-anak sudah dianggap divaksin polio, tapi ternyata belum. Akan seperti apa anak-anak kita nantinya? Ini sangat berbahaya sekali, kejahatan luar biasa sekali," tegas Presiden Jokowi usai berbuka puasa bersama anak yatim dan disabilitas di Istana Bogor, Selasa (28/6).

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, dia sudah menginstruksikan menteri terkait untuk segera mengusut masalah tersebut. Dia juga berharap agar para pelakunya diberi hukuman yang seberat-beratnya.


"Sudah saya perintakan kepada Menkes dan juga Kapolri untuk sangat serius mengusut masalah vaksin palsu ini. Ini sudah berjalan sangat lama, sudah 13 tahun. Oleh sebab itu harus betul-betul ditelusuri. Berikan hukuman yang seberat-beratnya, baik yang memproduksi, yang mengedarkan, yang memasarkan, semuanya," terang Presiden Jokowi.

Pemalsuan vaksin tersebut diketahui sudah dilakukan sejak tahun 2003. Hingga saat ini, kepolisian telah menemukan barang bukti vaksin palsu di tiga daerah, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. [sam]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya