Berita

ilustrasi/net

Hukum

Polisi Yang Dikeroyok Jakmania Akan Jalani Bedah Plastik

SELASA, 28 JUNI 2016 | 12:08 WIB | LAPORAN:

Kondisi Brigadir Hanafi, anggota Polda Metro Jaya yang mengalami luka berat akibat dikeroyok oleh suporter Persija "The Jakmania" (Jumat malam, 24/6) saat ini berangsur pulih.

Brigadir Hanafi sudah bisa diajak berkomunikasi kendati kedua matanya belum bisa dibuka akibat hantaman benda tumpul.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, mengatakan secara umum Brigadir Hanafi didiagnosa cidera kepala berat (CKB), retak dahi kiri kanan dan dagu, multiple vulnus (memar di muka). Namun lantaran kedua matanya mengalami pembengkakan akibat pemukulan, belum dipastikan keadaan kedua mata Brigadir Hanafi.


"Mata tidak bisa dinilai sementara karena bengkak semua, tidak bisa dicek kornea matanya sehat atau tidak," ujar Awi di Polda Metro Jaya, Selasa (28/6).

Rencananya, Brigadir Hanafi akan dirujuk ke rumah sakit Pusat Pertamina untuk perawatan lanjutan dan akan mendapat tindakan bedah plastik karena luka serius di muka dan kepala.

Tekanan darah hanafi juga sudah mulai berangsur normal, setelah sebelumnya 50/70, saat ini sudah mencapai 120.

"Bedah plastik akan dilakukan karena ada luka serius di muka dan kepala," ujar Awi lagi.

Dalam kasus kerusuhan antara polisi dan The Jakmania, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menginstruksikan jajaran Polda Metro Jaya untuk menahan diri dan tidak melakukan perbuatan balasan terhadap suporter Persija.

Kapolda meminta agar bawahannya mempercayakan penuntasan kasus ini kepada tim yang telah ditunjuknya.

Pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC, pada Jumat lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, dihentikan karena berujung rusuh. Kerusuhan itu dipicu salah satu suporter Jakmania yang masuk ke lapangan usai Persija kebobolan satu gol.  Setelah itu kerusuhan meluas antara aparat polisi dengan suporter. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya