Berita

foto :net

Kesehatan

Sindikat Vaksin Palsu Layak Dihukum Mati

SELASA, 28 JUNI 2016 | 10:01 WIB | LAPORAN:

Pemerintah dinilai layak untuk menjatuhi hukuman berat kepada para anggota sindikat pemalsuan vaksin. Pasalnya, hal itu telah merugikan produsen vaksin asli, negara, hingga anak-anak.

"Layak dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Jika memungkinkan hukuman mati," tutur Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia), Reza Indragiri Amriel, dalam keterangan persnya, Selasa (28/6).

Hukuman tersebut, kata Reza, sebanding dengan kerugian besar yang berimbas terhadap anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa.


Selain itu, perlu adanya penegasan ulang tentang kemutlakan bagi orangtua sekaligus pengasuh untuk memenuhi seluruh imunisasi yang diwajibkan bagi anak.

Ketika orangtua mengabaikan keharusan untuk memberikan imunisasi wajib kepada anaknya, menurut Reza, itu setara dengan pengabaian terhadap kebutuhan anak untuk hidup sehat.

Sehingga, anak-anak yang kebutuhan dasarnya terabaikan tersebut, akan berstatus sebagai anak korban pelakuan salah dan penelantaran.

"Sementara orangtua selaku pengasuh si anak, dapat terancam pidana penjara dan atau denda," terang psikolog forensik kriminal UI tersebut.[wid]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya