Berita

Anak Buah Ahok Heran Kok Bisa Tanah Dinas KPKP DKI Dibeli Dinas Lainnya

SENIN, 27 JUNI 2016 | 19:31 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Lahan untuk Rumah Susun Cengkareng Barat, Jakarta, merupakan milik Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov DKI. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, tanah tersebut dibeli oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI.

Namun, Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Darjamuni, tak tahu kalau tanah tersebut dibeli instansi lain di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Tanahnya, tanah kami. Tapi yang beli Dinas Perumahan. Kami nggak tahu sama sekali," ungkap Darjamuni, Senin (27/6).


Ia mengaku baru mengetahui tanahnya dibeli Dinas Perumahan ketika sudah ada hasil LHP BPK Tahun Anggaran 2015.

"Kami baru tahu saat sudah ada audit dari BPK. Waktu dia mengecek semua tanah kami, kami ajak minta ke sana. Begitu di sana, mereka bilang kemarin diajak Dinas Perumahan juga ke sini. Saya jawab nggak tahu. Sekarang lagi diproses di Biro Hukum," jelasnya.

Darjamuni menegaskan pihaknya memiliki kelengkapan dokumen kepemilikan tanah tersebut. Tanah tersebut tidak pernah disewakan kepada pihak manapun. Karena itu, ia sudah siap menghadapi proses hukum karena dokumen kepemilikan dinasnya yang asli.

"Ada semua dokumennya. Lahan tidak pernah kita sewakan. Malah ada masalah surat-surat yang tidak benar, sudah kami kumpulkan semua. Kami siap untu, menghadapi proses hukum," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mempertanyakan tindakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang bisa mengeluarkan dokumen yang sama.

"Coba diuber saja di BPN, karena semua dokumen sama. Masa sertifikat sama dikeluarkan BPN setempat. Kan bingung kita," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI, Ika Lestari Aji menerangkan masalah tersebut sedang diproses secara hukum untuk membuktikan kebenarannya. "Kan masih diproses di pengadilan untuk membuktikan kebenarannya," kata Ika.

Ika mengungkapkan, pihaknya membeli lahan dengan sertifikat hak milik dan harga berdasarkan appraisal. Sebelum memutuskan untuk membeli, ia sudah meminta penjelasan kepada pemilik lahan. Tapi ternyata lahan tersebut ada yang mengakui dari pihak lain.

"Yang bawa ke pengadilan itu yang punya sertifikat. Kan kami pertanyakan, kami minta penjelasan. Akhirnya mereka bawa ke pengadilan. Yang punya sertiifikat mengaku dia yang punya," ujarnya.

Awalnya, Ika sudah mengajukan keluhan kepada pemilik lahan. Dia juga mempertanyakan adanya temuan BPK terhadap status kepemilikan lahan tersenpbut. Tapi pemilik lahan tersebut mengatakan tidak menerima surat dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI.

"Awalnya, kami complain, mempertanyakan kok bisa ada temuan BPK seperti itu. Kami menanyakan kejelasan soal tanah tersebut. Dari pihak sana langsung menyampaikan bahwa mereka tidak menerima surat yang kami sampaikan," jelasnya.

Namun, Ika mengakui lahan tersebut memang lahan milik Pemprov DKI. Karena itu, ia mengharapkan pengadilan dapat memutuskan yang terbaik. Dan uang pembayaran lahan bisa dikembalikan.

"Yang pasti sekarang lagi proses di pengadilan hampir satu bulan. Intinya kalau memang itu tanah Pemprov, kami minta agar (uangnya) dikembalikan," tukasnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya