Berita

marwan batubara

Sikap PDIP Yang Tak Mendukung Calon Bermasalah Diapresiasi

SABTU, 25 JUNI 2016 | 22:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Basuki T. Purnama berhak maju dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Apalagi saat ini dia menjabat sebagai Gubernur.

"Soal dia dicalonkan atau tidak, dia memang punya hak," ungkap tokoh masyarakat Jakarta, Marwan Batubara, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL (Sabtu, 25/6).

Namun masyarakat hanya meminta hukum harus ditegakkan. Apalagi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menemukan sejumlan penyimpangan dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.


"Kalau memang ada bukti bahwa Ahok ini terlibat korupsi diproses saja. Aturan itu harus ditegakkan," tegas mantan Dewan Perwakilan Daerah dari DKI Jakarta ini.

Belum lagi dugaan aliran dana dari pengembang pulau reklamasi ke Temah Ahok dan adanya manipulasi pengumpulan KTP, menurutnya hal itu juga harus diusut lebih jauh.

Karena itu, dia mendukung PDIP yang tak akan mendukung calon yang terindikasi terlibat kasus hukum. "Oh, ya bagus itu," demikian Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), ini.

Penegasan PDIP tidak akan mendukung calon yang bermasalah disampaikan Ketua DPP PDIP, Andreas Pareira, dalam diskusi "Ahok Galau, Teman Risau" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat siang tadi.

"PDI Perjuangan tidak akan mengusung calon yang kemudian akan berpotensi menjadi masalah di Pilkada Jakarta," pungkasnya.

Soal kasus RS Sumber Waras, KPK sendiri sudah menyatakan tidak ada perbuatan melawan hukum. Sementara, terkait aliran dana dari pengembang ke Teman Ahok, KPK sedang mengusutnya.

Teman Ahok sendiri sudah membantah tudingan tersebut. Meski begitu, diakui memang ada dana sumbangan yang diterima Teman Ahok sebesar Rp 5 miliar. Namun, bahwa sumbangan itu berasal dari relawan.

"Ini sumbangan dari teman-teman semuanya, total sumbangan Rp 5 miliar. Jangan pernah fitnah kami. Kami marah dengan fitnah yang dilayangkan," tandas Singgih Widyastomo, salah satu pendiri Teman Ahok. [zul] 

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

UPDATE

Kelompok Rentan Lebih Diprioritaskan Menerima MBG Ketimbang Siswa

Senin, 16 Februari 2026 | 03:59

Panglima TNI: Latsitarda Nusantara ke-46 Cetak Kepemimpinan Humanis

Senin, 16 Februari 2026 | 03:42

Reklamasi di PPS Belawan Bikin Sulit Nelayan Tradisional

Senin, 16 Februari 2026 | 03:23

Prabowo dan Benteng Oligarki

Senin, 16 Februari 2026 | 02:59

Anggota Serikat Pekerja Ditekankan Punya Minimal Satu Sertifikat Keahlian

Senin, 16 Februari 2026 | 02:32

DPD Dorong MBG jadi Penopang Stabilitas Sosial dan Ekonomi

Senin, 16 Februari 2026 | 02:16

Rakornispen TNI 2026 Perkuat Silaturahmi Hadapi Perang Informasi

Senin, 16 Februari 2026 | 01:59

Kemala Run 2026 Bali Ajak Pelari Berdonasi untuk Korban Bencana

Senin, 16 Februari 2026 | 01:40

Dapur MBG Kagungan Ratu Berdayakan Kelompok Wanita Tani

Senin, 16 Februari 2026 | 01:20

Serius Bahas Ekonomi

Senin, 16 Februari 2026 | 00:58

Selengkapnya