Berita

M. Sanusi/net

Hukum

KPK Gali Aset Sanusi Lewat Bos Legal APL

KAMIS, 23 JUNI 2016 | 13:25 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantas Korupsi kembali memeriksa Direktur Legal PT Agung Podomoro Land (PT APL) Miarni Ang terkait kasus dugaan suap pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi pantai utara Jakarta.

Selain Miarni, penyidik juga menjadwalkan General Manager Kredit dan Treasury PT Bank Mitraniaga Tbk Handry Husein dan dua orang swasta yakni Tekno Wibowo, dan Ali Hanafi Lijaya untuk diperiksa.

Pelaksana harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan pemeriksaan keempat pihak swasta tersebut sebagai saksi tersangka M. Sanusi.


Diduga, pemeriksaan pihak swasta tersebut merupakan upaya KPK dalam menelusuri aset Sanusi. Pasalnya, mantan ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu diduga terlibat tindak pidana pencucian uang.

"Mereka akan dimintai keterangan untuk tersangka MSN (M. Sanusi)," ujar Yuyuk di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/6).

Diketahui, KPK sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap terkait raperda reklamasi Teluk Jakarta. Mereka adalah Sanusi, Personal Assistant PT APL, Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL, Ariesman Widjaja.

Sanusi disangka menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Ariesman lewat anak buahnya Trinanda. Uang itu untuk mempengaruhi pembahasan raperda di DPRD.

Dalam perkembangannya, KPK menduga ada anggota DPRD lain yang terlibat dalam kasus ini. Salah satu yang akan ditelusuri KPK adalah pertemuan sejumlah anggota DPRD DKI dengan Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.

Pertemuan itu dihadiri Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Ketua Pansus Reklamasi Selamat Nurdin, Anggota Balegda Muhammad 'Ongen' Sangaji, dan Sanusi. Ariesman Widjaja juga ada dalam pertemuan.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya