Berita

Mantan Relawan Ungkap Manipulasi Pengumpulan KTP, Ahok Tak Terkejut

RABU, 22 JUNI 2016 | 22:23 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama sepertinya tidak terkejut atas langkah bekas mantan Teman Ahok yang mengungkap manipulasi pengumpulan KTP dalam jumpa pers siang tadi.

Pengumpulan KTP untuk memenuhi syarat agar Ahok bisa maju lewat jalur perseorangan pada Pilkada 2017 mendatang ternyata bukan dilakukan secara sukarela. KTP diperoleh juga dengan cara-cara yang tidak pantas.

Ahok sendiri menyadari sejak awal bahwa KTP yang dikumpulkan para relawannya tersebut masih harus diverifikasi.


"Makanya, butuh verifikasi segala macam," ujar Ahok usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT DKI Jakarta ke-489 di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).

Sebab, dia menilai‎ melalui langkah verifikasi ‎bisa membuktikan keaslian KTP dukungan itu, yang menurut Teman Ahok sudah lebih dari 1 juta.

"Kalau dikirim SMS, dia (pemilik KTP) terima SMS, mesti bales dong kalau kamu merasa enggak pernah kirim (KTP dukungan)," kata Ahok.

Verifikasi yang dilakukan petugas KPU mulai dari administrasi hingga verifikasi faktual akan membuktikan keotentikan KTP dukungan tersebut. "Kan sekarang lewat notifikasi toh, dan mereka harus jawab (verifikasi dari petugas KPU)‎," pungkas Ahok.

Berdasar hasil revisi UU 8/2015 tentang Pemilukada, dijelaskan ada persyaratan verifikasi terhadap KTP  calon gubernur (cagub) perseorangan.

Pertama adalah verifikasi administrasi yang dilakukan KPU tingkat provinsi/kabupaten/kota dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Kedua verifikasi faktual dengan metode sensus dengan menemui langsung setiap pendukung calon yang menyerahkan KTP.

Terhadap pendukung calon yang tidak dapat ditemui pada saat verifikasi faktual, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menghadirkan pendukung calon yang dimaksud di kantor PPS paling lambat 3 (tiga) hari terhitung sejak PPS tidak dapat menemui pendukung tersebut.

Dalam jumpa pers siang tadi, salah satu bekas Teman Ahok, Paulus Romindo, menjelaskan, pihaknya mendapatkan KTP antara lain menggunakan data KTP yang dikumpulkan untuk program KKS Jokowi, membeli dari oknum oknum kelurahan atau RT, barter KTP dengan sesama rekrutan Teman Ahok di wilayah lain.

Paulus yang juga salah seorang penanggung jawab ini mengaku mereka mendapatkan upah. "Untuk apa yang kami kerjakan kami sebagai PJ Kelurahan (penanggung jawab) dibayar per 140 KTP per minggu sebesar Rp 500.000 atau Rp 2.000.000 per minggu dan jika mencapai target 140 x 4 minggu yaitu 560 KTP maka kami diberikan bonus Rp 500.000. Total PJ ada 153 orang," tandasnya.

Pihak Teman Ahok sendiri sudah membantah. Mereka menuding orang-orang yang membuat kesaksian itu barisan sakit hati karena sudah dipecat. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya