Berita

Kesehatan

RS Kanker Milik Pemerintah Hanya Ada 1, Mesti Ditambah

SELASA, 21 JUNI 2016 | 17:15 WIB | LAPORAN:

Rumah sakit kanker milik pemerintah hingga saat ini hanya ada satu, yakni RS Darmais di Slipi, Jakarta Barat. Padahal, penyakit ini menempati urutan pertama penyebab kematian dan jadi perhatian serius dunia.

Masyarakat yang bermukim jauh dari Jakarta, praktis akan sangat kesulitan menjangkau RS Darmais.

"Kami sangat prihatin dengan biaya yang dikeluarkan masyarakat luar Jakarta, apalagi luar Jawa yang dengan gigih demi kesembuhan mendatangi RS Darmais mulai dari pemeriksaan baru hingga sekedar kontrol," tutur anggota Komisi IC DPR, Adang Sudrajat di sela-sela sosialisasi 4 Pilar MPR di Kabupaten Bandung.  


Politisi FPKS Dapil Jawa Barat II ini menerangkan bahwa jenis makanan dan lingkungan yang berubah saat ini sangat berpengaruh terhadap tingginya pertumbuhan penyakit kanker. Tahun 2012, berdasar data dari WHO, urai dia, terdapat 14 juta kasus kanker baru di seluruh dunia. Bahkan tahun 2015, WHO merilis adanya 6,25 juta penderiata baru penyakit kanker.

"Untuk kasus Indonesia, dengan hanya satu rumah sakit pemerintah untuk pelayanan lebih dari 400 ribu penderita kanker sangat tidak memadai," tegas dokter Adang.

Setidaknya, menurut dia, diperlukan dua lagi rumah sakit pemerintah di Pulau Jawa yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan masing-masing satu di pulau-pulau besar Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.[wid]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya