Berita

habiburokhman/net

Politik

Habiburokhman: Teman Ahok Tidak Bisa Dipercaya

SENIN, 20 JUNI 2016 | 11:31 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Nama politikus Gerindra, Habiburokhman, melejit kembali setelah relawan Basuki Purnama (Ahok) mengklaim berhasil mengumpulkan satu juta KTP warga Jakarta untuk mendukung Ahok lewat jalur independen pada Pilkada DKI 2017.

Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra itu memang sempat berkelakar bahwa dirinya akan terjun bebas dari puncak Monumen Nasional  (Monas) jika Teman Ahok bisa mengumpulkan 1 juta KTP. Kini "janji" itu ditagih oleh banyak orang. Bahkan isu ini sempat jadi trending topic di twitter.

Menanggapi itu, lewat twitternya Habiburokhman menilai klaim dari Teman Ahok belum dapat diverifikasi kebenarannya.


"Klaim 1 jt KTP tersebut sangat tidak dapat dipercaya karena satu- satunya pihak yang menghitung, memverifikasi dan mengklaim hanyalah Teman Ahok sendiri," ujar Habiburokhman melalui akun Twitter @habiburokhman, tadi malam.

Dia juga mengaku ragu akan kredibilitas Teman Ahok. Terlebih, ada data di Komisi III DPR yang menyebut aliran uang panas sebesar Rp 30 miliar ke kantong Teman Ahok yang bersumber dari salah satu pengembang mega proyek reklamasi Teluk Utara Jakarta.

"Saya menganggap klain tersebut tidak lebih dari psywar politik murahan, hanya untuk mengangkat popularitas Ahok yang dibenci rakyat," singgungnya.

Habiburokhman juga melihat keraguan dari Ahok sendiri. Faktanya, Ahok masih mengharapkan ada dukungan partai politik. Begitu juga dengan sikap Teman Ahok yang kini melunak dengan parpol.

Hal lain yang membuat ia ragu akan kredibilitas Teman Ahok antara lain langkah kelompok relawan itu mengajukan uji materi UU Pilkada yang sudah ditetapkan DPR RI.

"Selain itu Teman Ahok juga terlihat sangat ketakutan ketika dalam UU Pilkada yang baru metode verifikasi dilakukan dengan sensus atau pengecekan satu persatu," tambah Habiburokhman.

"Melihat gelagatnya saya curiga pasti ada masalah besar dalam pengumpulan KTP tersebut, mungkin saja terjadi manipulasi selama pengumpulan KTP," kicaunya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya