Berita

fahri hamzah/net

Politik

Fahri Hamzah: Gubernur Ahok Salah Baca

RABU, 08 JUNI 2016 | 20:56 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi komentar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyebut dirinya sebagai anggota dewan independen.

Fahri menilai sindiran Gubernur DKI yang biasa disapa Ahok itu salah membaca situasi yang saat ini berkembang.

Dia menjelaskan dalam UU dijelaskan bahwa saat ini dirinya masih berstatus anggota DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Oleh sebab itu tak ada yang namanya anggota independen.


"Ahok kurang baca hal ini (kasus Fahri Hamzah dengan PKS). Jadi tidak ada istilah independen," ujar Fahri saat ditemui di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/6), pada acara Haul Almarhum Taufiq Kiemas ke-3.

Menurut Fahri, putusan provisi yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah sangat jelas, bahwa dia masih berstatus sebagai anggota dewan sekaligus Wakil Ketua DPR. Putusan provisi itu tak bisa diganggugugat sampai putusan berkekuatan hukum tetap keluar.

Oleh sebab itu, dia menegaskan istilah dan konsep independen yang dilontarkan Ahok belum pernah ada di Indonesia.

"Konsep independen itu belum ada dalam DPR, karena itu saya tetap sebagai anggota DPR dan pimpinan dewan," ujar Fahri.

Sebelumnya, calon petahana Ahok yang hendak maju pada Pilkada Jakarta tahun depan santai menanggapi usulan Fahri Hamzah. Fahri mengusulkan kepada KPU agar menyiapkan formulir standar sebagai syarat dukungan bagi calon perseorangan untuk memudahkan tahapan verifikasi.

"Ya enggak apa-apalah. Dia wakil ketua DPR independen kok, enggak ada partainya. Jadi Fahri Hamzah sama saya itu saingan saja. Gue sama dia kan independen," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung TImur ini pun mengatakan Fahri adalah anggota DPR paling hebat se-Indonesia karena menjadi anggota DPR independen.  "Jadi sebetulnya dia lebih inovatif lebih hebat dari saya. Makanya saya sama dia saingan," tukas Ahok. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya