Berita

Pejabat Maroko: Kematian Abdelaziz Tak Mengubah Isu Sahara

MINGGU, 05 JUNI 2016 | 19:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kematian Muhammad Abdelaziz tidak akan berdampak isu Sahara Barat. Hal ini karena Abdelaziz yang memimpin kelompok Polisario sejak 1973 bukanlah aktor utama dalam sengketa tersebut.

Abdelaziz seperti Polisario yang dipimpinnya adalah boneka yang digerakkan oleh pihak lain.

Demikian ditegaskan seorang pejabat resmi Kerajaan Maroko yang tidak disebutkan seperti dikutip dari Kantor Berita MAP.


Abdulaziz yang lahir di Marrakesh, Maroko, pada tahun 1947 itu meninggal dunia hari Selasa (30/5). Dia memimpin Polisario di kamp Tindouf, Aljazair. Dari kamp ini, Abdelaziz melancarkan propaganda kemerdekaan Sahara Barat.

Propaganda Abdelaziz semakin hari semakin tidak relevan. Sudah tak terhitung berapa banyak temannya, sesama pendiri Polisario, yang kembali ke Maroko.

Abdelaziz bertahan di kamp Tindouf sampai maut menjemputnya.

"Maroko mencatat kematian Muhammad Abdelaziz. Seperti kematian lainnya, ini adalah duka cita terutama untuk keluarga dan saudaranya. Tetapi, ini bukan sebuah peristiwa dari sudut pandang politik dan tidak berdampak pada isu Sahara," ujar pejabat resmi itu.

"Abdelaziz, seperti organisasi yang dipimpinnya adalah aktor tambahan dan bukan aktor utama dalam isu ini, yang selama ini dan sampai kini diatur dari tempat lain," ujarnya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya