Berita

Keberadaan Pasar Induk Modern Cikopo Diharapkan Bisa Stabilkan Harga

SABTU, 04 JUNI 2016 | 16:24 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Keberadaan Pasar Induk Modern Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat diharapkan mampu menstabilkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga DKI Jakarta dan Banten.

‎Pasar Cikopo yang baru diresmikan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, yang diwakili oleh Deputi bidang Infrastruktur Bisnis, Hambra, akan menjadi jangkar bagi pasar-pasar lain di sekitar Purwakarta untuk mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai lokasi.

‎‎Saya harap efeknya akan mampu stabilkan harga, apalagi saat-saat Bulan Ramadhan. Dengan keberadaan pasar ini akan suplai barang kebutuhan masyarakat selalu ada. Apalagi ini pasar paling besar, luasnya saja 30 hektar," kata Hambra di Cikopi (Sabtu, 4/6).‎

‎Menurutnya, keberadaaan Pasar Cikopo akan sedikit mengurai beban yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Selama ini pasar induk terbesar ada di Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibatnya, semua sembako, terutama sayur-sayuran dan buah melimpah di pasar tersebut.

‎‎"Kalau sudah ada pasar induk di sini, tidak perlu lagi harus ke Kramat Jati beli dan jual sayur atau buah dari Jawa Barat dan bahkan Jawa Tengah. Bisa di sini dan itu akan menghemat biaya. Efek selanjutnya harga akan lebih stabil," jelasnya.

‎‎Ia menegaskan Kementerian BUMN saat ini sangat terbuka untuk mendukung pengembangan sektor UMKM yang mendukung pertumbuhan ekonomi, apalagi pasar yang sangat jelas terjadi kegiatan ekonominya. Karena itu, berbagai masukan dari masyarakat yang terkait dengan bidang kerja BUMN, sangat diharapkan oleh kementerian tersebut.‎

‎Pasar Induk Cikopo dibangun oleh PT Jayaktijaya Megah di atas lahan seluas 60 hektar. Namun, hanya separuh dari luas lahan tersebut yang diperuntukan jadi lahan pasar. Sisanya menjadi ruang terbuka hijau.‎

‎Direktur PT Jayaktijaya Megah, Muhammad Suharli, mengatakan Pasar Induk Cikopo sebenarnya sudah soft opening pada 15 Desember 2015 lalu. Pada saat itu sudah tersedia 1200 kios dan hingga saat ini sudah terjual 700 di antaranya. Rencananya Pasar Induk Cikopo akan memiliki sekitar 6000 kios.‎

‎‎"Saat dibuka, teman-teman saya bilang, Pak, mana ada pasar baru dibuka langsung jalan. Tunggu dua-tiga tahun biasanya baru running. Tapi, Alhamdullilah, pasar ini begitu dibuka, langsung running dan ramai," katanya, sambil mengatakan bila hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang cukup baik saat ini sehingga UMKM bisa berkembang.‎

‎Muhammad Suharli mengatakan pasar ini akan mempermudah jalur distribusi sayuran dan buah-buahan, apalagi lokasinya berdekatan dengan Ibukota Negara. Ia juga berharap keberadaan Pasar Induk Cikopo bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat umumnya dan Purwakarta khususnya. Karena itu pula, PT Jayaktijaya Megah menggandeng Bank BNI 46 untuk memberi kredit usaha kepada pedagang di pasar tersebut.  ‎

‎Direktur Konsumer Banking Bank BNI 46, Anggoro Eko Cahyo, yang juga hadir dalam acara peresmian pasar itu mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat Purwakarta dan PT Jayaktijaya Megah.  

‎‎"Artinya masyarakat mau bekerja sama dengan BNI 46 untuk sama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kami sangat berharap keberadaan pasar ini mempunyai multi player effect bagi pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak, ya untuk apa kami mau kerja sama," kata Anggoro. ‎[ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya