Berita

net

Kesehatan

INW Prihatin Fenomena Remaja Tenggak Obat Gila

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 02:10 WIB | LAPORAN:

Indonesia Narcotics Watch (INW) prihatin atas peristiwa yang menimpa Agay (20), remaja warga Kelapa Tiga, Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang menjadi korban pembacokan oleh temannya sendiri pada Rabu (1/6) dinihari.

Ironisnya, peristiwa itu terjadi setelah Agay dan pelaku menenggak obat yang biasa diberikan untuk penderita sakit jiwa atau orang gila.

Direktur Eksekutif INW Budi Tanjung mengatakan, belakangan ini ada kecenderungan peralihan penggunaan obat penenang di kalangan remaja.


"Kalau dulu kita sering mendengar anak-anak ngelem, minum pil anjing, pil BK, leksotan, megadon, sekarang sudah mulai bergeser ke jenis-jenis obat penenang yang lain yang dijual bebas di toko obat. Selain karena harganya murah dan dijual bebas, efek penenangnya juga lebih terasa sehingga orang mulai beralih ke sana," jelasnya.

Budi menyarankan, selain pentingnya peran pengawasan orang tua, Kementerian Kesehatan juga perlu melakukan pengawasan dan membuat regulasi baru bagi apotik atau toko obat.

"Perlu dibuat pengetatan aturan bagi konsumen yang akan menggunakan obat-obatan yang mengandung bahan penenang," tambahnya.

Di samping itu, Budi juga meminta agar Badan Narkotika Nasional (BNN) turun tangan langsung untuk melakukan upaya pencegahan sebelum keadaan tersebut semakin parah .

"Fenomena penggunaan obat-obatan yang termasuk dalam daftar G memang sudah lama, namun tetap menarik untuk dicermati. Obat-obat tersebut bisa dibeli di pinggiran jalan ibu kota. Ironisnya lagi, sepertinya obat-obat tersebut tidak jadi target operasi polisi, padahal bisa jadi itulah menu utama para geng motor yang kerap melakukan aksi kejahatan atau pemerkosa dan sebagainya," pungkas Budi. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya